Djokovic Tersingkir di Cincinnati Open 2026, Dikalahkan Thiago Tirante
Novak Djokovic tersingkir dari Cincinnati Open 2026 setelah kalah 6-2, 4-6, 4-6 dari petenis Argentina Thiago Agustin Tirante.
Dokumentasi Megawati Soekarnoputri (kiri) dan Prabowo Subianto saat masa tenang Pilpres 2009 dengan memasak makanan favorit Megawati di Kebagusan, Jakarta, Selasa (7/7/2009). Foto/Khijul/ed/mes.
Harianjogja.com, JAKARTA—Indonesia dinilai akan lebih maju jika Presiden Terpilih Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden Ke-5 Megawati Soekarnoputri yang kabarnya akan terlaksana dalam waktu dekat.
Menurut Pengamat Politik Hendri Satrio, pertemuan kedua tokoh bangsa tersebut adalah pemenang Pilpres dan Pileg 2024. Seperti diketahui Prabowo selaku Ketua Umum Partai Gerindra memenangkan pilpres dan Megawati selaku Ketua Umum PDI Perjuangan memenangkan pileg.
BACA JUGA: Prabowo Belum Rampungkan Komposisi Kabinet, Dinamika Politik Jadi Biangnya
"Pertemuan Megawati-Prabowo ini hal yang luar biasa jika terjadi, keduanya bertemu sebagai pemenang pilpres dan pileg, bisa membawa suatu perbaikan dan kebaikan untuk Indonesia," kata Hensat sapaan akrabnya di Jakarta, Senin (16/9/2024)
Pada dasarnya, dia mengatakan masyarakat berharap Prabowo bisa membawa Indonesia menjadi negara yang lebih bijak serta demokratis. Maka, kata dia, bukan tidak mungkin Indonesia akan lebih maju jika keduanya bisa saling memahami dan mengerti untuk berkolaborasi.
"Kolaborasi keduanya diperlukan untuk kemajuan Indonesia, ini akan bagus sekali," katanya.
Namun, dia menilai bahwa wacana pertemuan kedua tokoh nasional tersebut belum tentu menjadi sinyal bahwa PDI Perjuangan akan bergabung ke pemerintahan.
Sebab, menurutnya kondisi serupa sudah pernah terjadi saat masa kepemimpinan Presiden Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono. Dia menuturkan, saat itu Taufiq Kiemas menjadi Ketua MPR dan PDI Perjuangan berada di luar pemerintahan.
"Walau saat itu PDI Perjuangan berseberangan dengan Demokrat tapi keduanya tetap mengerti dan PDI Perjuangan memberikan masukan-masukan kritis kepada pemerintah," katanya
Sebelumnya, Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani membenarkan rencana pertemuan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dengan Prabowo Subianto sebelum pelantikan pada tanggal 20 Oktober 2024.
"Ya, akan, insyaallah," kata Puan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/9).
Hal senada juga sempat disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani. Dia mengatakan bahwa Megawati dan Prabowo akan segera bertemu sebelum pelantikan pemenang Pilpres 2024 sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2024—2029.
"Insyaallah akan terjadi. Mudah-mudahan sebelum pelantikan," kata Muzani di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/9).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Novak Djokovic tersingkir dari Cincinnati Open 2026 setelah kalah 6-2, 4-6, 4-6 dari petenis Argentina Thiago Agustin Tirante.
Enam pelabuhan di NTT terdampak gempa, termasuk Labuan Bajo. Kemenhub melakukan pemeriksaan untuk memastikan keamanan fasilitas.
Sebanyak 61 mahasiswa KKN UMY di NTT aman setelah gempa M7,7. Mereka dievakuasi ke perbukitan menyusul peringatan tsunami.
Kolaborasi akademisi lintas kampus mendorong kebencanaan inklusif, penguatan disabilitas, dan ekonomi warga di kawasan Merapi.
Bareskrim membongkar dugaan penyelundupan emas ilegal oleh dua WN India di Sunter. Polisi menemukan 2,5 kg emas dan residu 18 kg.
Taiwan membidik wisatawan Indonesia dengan wisata ramah Muslim, kuliner, budaya, hingga destinasi lokal untuk libur akhir tahun dan Tahun Baru.