Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Anies Baswedan - Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Anies Baswedan mengklarifikasi terkait beredarnya formulir pendaftaran partai hingga minta sumbangan yang mengatasnamakan dirinya. Ia menegaskan pihaknya tak pernah membuka atau mengedarkan formulir terkait dengan ormas atau partai yang akan dibuat dirinya.
Melalui akun Instagram resminya @aniesbaswedan, Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan bahwa formulir, QR Code, dan nomor rekening yang didalamnya tertuang ajakan untuk menyumbang dan mendaftar partai, bukan perbuatan dari timnya.
“Saya ingin tegaskan itu semua bukan dari saya dan kami tidak pernah mengedarkan apapun juga,” kata Anies, Sabtu (31/8/2024).
Anies memang memahami bahwa antusias masyarakat untuk perubahan begitu besar. Namun, dirinya tetap mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dengan situasi yang terjadi saat ini.
“Dan sampai dengan hari ini, hari Sabtu 31 Agustus 2024, belum ada formulir apapun, belum ada edaran apapun,” ujarnya.
Sebelumnya Anies menanggapi soal gagalnya ia maju di Pilkada 2024. Anies Baswedan akhirnya menjawab berbagai spekulasi mengenai nasibnya ke depan.
Dia bahkan secara terbuka mengungkapkan tentang kemungkinan membentuk organisasi masyarakat (ormas) atau partai politik untuk mewadahi semangat perubahan yang semakin besar.
Menurutnya, membentuk ormas atau parpol sendiri jauh lebih realistis dibandingkan bergabung dengan partai politik yang sudah ada saat ini.
Apalagi menurut Anies mayoritas partai politik telah tersandera oleh kekuasaan. "Kalau masuk partai, pertanyaannya partai mana yang tidak tersandera oleh kekuasaan. Jangankan dimasuki, mencalonkan saja terancam," ujar Anies dalam pesan video berdurasi 14 menit sebagaimana dikutip, Jumat (30/8/2024).
Anies melanjutkan bahwa dengan melihat realitas politik tersebut, maka opsi untuk membentuk ormas atau partai politik menjadi paling realistis.
Dia berharap bahwa ide untuk membentuk ormas atau partai politik itu segera ditempuh guna menampung gerakan-gerakan perubahan yang semakin hari semakin membesar. "Kita lihat ke depan, semoga sebentar lagi mungkin ada langkah konkret untuk bisa mewadahi gerakan yang semakin hari semakin besar. Menginginkan Indonesia yang lebih setara. Demokrasi yang lebih sehat," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Pemda DIY menjamin perlindungan 11 bayi yang dievakuasi dari day care ilegal di Sleman, termasuk biaya pengobatan dan pemulihan kesehatan.
Prabowo Subianto menyoroti eksportir sawit dan batu bara yang menyimpan devisa hasil ekspor di luar negeri, bukan di Indonesia.
Kejagung dalami dugaan jual beli LHP Ombudsman RI yang menyeret Ketua Ombudsman nonaktif Hery Susanto dalam kasus suap.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 14 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tersedia keberangkatan pagi sampai malam.
Kemenkop mempercepat operasional 37 ribu Kopdes Merah Putih dan menyiapkan Inpres untuk penguatan ekonomi desa.