Kontestan Pilkada 2024 Diminta Tidak Eksploitasi Isu Agama untuk Raih Suara

Newswire
Newswire Selasa, 30 Juli 2024 07:17 WIB
Kontestan Pilkada 2024 Diminta Tidak Eksploitasi Isu Agama untuk Raih Suara

Kampanye pemilu - Ilustrasi/Freepik

Harianjogja.com SEMARANG—Para kontestan yang akan berkompetisi pada  Pilkada 2024 tidak menggunakan isu perbedaan agama untuk meraih dukungan suara. Demikian disampaikan sejumlah tokoh lintas agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Jawa Tengah.
 
Ketua FKUB Jateng Prof. K.H. Imam Yahya menyatakan penggunaan isu-isu yang mempertentangkan agama untuk menambang suara masyarakat dalam pilkada berpotensi menimbulkan perpecahan.
 
Dampaknya, menurut dia, bakal mengganggu kerukunan, kenyamanan, dan perdamaian yang sudah terwujud di masyarakat," katanya dalam siaran pers yang diterima di Semarang, Senin (29/7/2024).
 
Penegasan tersebut disampaikan saat pengurus FKUB Jateng bersilaturahmi dengan Ketua Umum Majlis Ulama Indonesia (MUI) Jateng  Dr. K.H. Ahmad Darodji di aula Gedung KHMA Sahal  Mahfudh, kantor MUI Jateng, kompleks  Masjid Raya Baiturrahman, Simpanglima Semarang.
 
Jika keretakan masyarakat yang berpangkal dari eksploitasi isu-isu agama itu sampai terjadi, menurut dia, akan sangat sulit untuk mengembalikan konduktivitasnya.
 
Oleh karena itu, jauh-jauh hari sebelum ditetapkannya bakal-bakal calon kepala daerah, FKUB Jateng mengingatkan semua yang terlibat dalam pilkada jangan bermain api, termasuk menggunakan isu perbedaan agama.
 
Selain kepada MUI Jateng, FKUB juga akan bersilaturahmi kepada Forkompimda Jateng,  Kepala Kanwil Kemenag Jateng, pimpinan majelis-majelis agama, serta tokoh masyarakat untuk menyampaikan pesan pilkada damai ini.
 
Kepada masyarakat, ia minta menggunakan hak suaranya dengan baik dalam pilkada dalam memilih  pasangan calon  bupati/wakil bupati dan wali kota/wakil wali kota serta Gubenur/Wakil Gubernur Jateng pada 27 November mendatang.
 
Ketua umum MUI Jateng Ahmad Darodji mendukung upaya-upaya yang dilakukan pengurus FKUB Jateng dalam memelihara kerukunan umat beragama selama menjelang, pelaksanaan, dan  pasca-Pilkada 2024.
 
"Pesan tidak menjadikan isu perbedaan agama sebagai komoditas politik untuk mengeksploitasi dukungan suara dalam pilkada harus terus didengungkan. Jangan sampai masyarakat terbelah hanya karena isu perbedaan agama dalam  pilkada," demikian Ketua Umum MUI Jateng.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online