QRIS Tap Belum Bisa Digunakan untuk iPhone, Ini Penjelasannya
Pembayaran menggunakan QRIS Tap ini berlaku sejak 30 Oktober 2025 bagi pengguna Android yang memiliki fitur NFC (Near Field Communication)
La Nina dan El Nino. Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa El Nino akan mulai berganti dengan La Nina. Pergantian El Nino menuju La Nina ini diperkirakan terjadi pada Juni hingga Juli, yang menyebabkan sejumlah peristiwa. Dengan adanya La Nina ini, maka beberapa wilayah di Indonesia akan mulai mengalami musim hujan. Bahkan ada daerah yang diprediksi akan mengalami badai.
Perubahan iklim dari El Nino ke La Nina ini disebut juga sebagai La Nada. Dilansir dari Portage Online, La Nada merupakan masa transisi antara El Nino dengan La Nina. Apa itu La Nada? Ahli Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim, Senior Klimatologi asal Kanada bernama David Phillips menjelaskan konsep La Nada. Waktu perubahan dari El Nino menjadi La Nina itu disebut sebagai masa kekosongan atau iklim netral. “El Niño telah mati sejak sekitar bulan Februari. Kita sekarang berada dalam transisi itu, tahap netral yang oleh sebagian orang disebut 'La Nada', yang bukan apa-apa,” katanya.
Baca Juga: Waspada, El Nino Berpotensi Digantikan La Nina Mulai Juni 2024
Phillips menjelaskan peralihan ke La Niña biasanya terjadi pada musim dingin, namun efek El Niño atau La Niña cenderung hanya sedikit dirasakan pada bulan-bulan musim panas. Sehingga hal ini menyebabkan beberapa daerah mengalami "ketenangan" karena belum mengalami hujan, namun juga cuaca tak lagi panas.
“El Niño terjadi sangat awal sehingga kami memperkirakan hal ini mungkin mempengaruhi musim panas yang hangat tahun lalu. Tentu saja hal ini mempengaruhi musim dingin, namun La Niña belum terjadi. Kemungkinan besar hal ini akan terus terjadi. Suhu air di Pasifik bersifat netral. Perairan telah bertransisi dari perairan hangat, dan tampaknya, perairan tersebut menuju ke perairan yang lebih dingin. Perairan yang lebih dalam juga lebih dingin, yang merupakan tanda lain bahwa La Niña akan terjadi," jelas Phillips, dikutip dari pembinavalleyonline, Kamis (13/6/2024).
Baca Juga: Fenomena La Nina Mulai Terasa Bulan Ini, Masyarakat Diminta Waspada Bencana Hidrometeorologi
Phillips menegaskan kembali bahwa La Niña yang akan datang, yang dikaitkan dengan lebih banyak salju dan suhu yang lebih dingin. Ia pun menyarankan masyarakat untuk mewaspadai potensi dampaknya terhadap pola cuaca. Ahli Klimatologi tersebut juga menjabarkan bahwa La Nina tidak selalu menyuguhkan musim dingin yang lebih dingin. Pada 20-30 tahun terakhir, terkadang La Niña hampir seperti El Niño ringan. Sehingga musim dingin yang akan datang akan cenderung lebih hangat.
Kapan La Nina Datang? Dikutip dari situs National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) atau Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional, La Nina diprediksi akan terjadi pada awal Juni-Agustus 2024 dengan peluang sebesar 49% atau Juli-September 2024 dengan peluang sebesar 69%.
Baca Juga: Tetap Waspada! BMKG Sebut El Nino Segera Berakhir, Berganti dengan La Nina
World Meteorological Organization (WMO) atau Organisasi Meteorologi Dunia mengatakan La Nina diprediksi terjadi bulan Juli-September 2024 dengan peluang sekitar 60% sedangkan El Nino-Southern Oscillation (ENSO) netral diprediksi peluang terjadinya sekitar 40%. Selain itu, La Nina juga diprediksi akan terjadi pada bulan Agustus-Oktober dan September-November 2024 dengan peluang sebesar 70% sedangkan kemungkinan terjadinya ENSO netral sekitar 30%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Pembayaran menggunakan QRIS Tap ini berlaku sejak 30 Oktober 2025 bagi pengguna Android yang memiliki fitur NFC (Near Field Communication)
Mario Suryo Aji turun ke posisi 24 klasemen Moto2 2026 setelah absen di Catalunya akibat cedera. Manuel Gonzalez kukuh di puncak.
Pelajar asal Ngampilan tewas dibacok dalam aksi klitih di Kotabaru Jogja setelah diduga dikejar pelaku dari Jalan Magelang.
Wali Kota Solo Respati Ardi mengevaluasi petugas keamanan Stadion Manahan setelah kasus hilangnya sepeda Polygon viral di media sosial.
Polres Jayawijaya mencatat 24 korban tenggelam akibat jembatan gantung Wouma putus di Wamena berhasil dievakuasi tim gabungan.
Polresta Sleman buka suara soal curhatan Shinta Komala yang mengaku jadi korban kriminalisasi terkait dugaan penggelapan iPhone.