Jalan Nasional Jateng-DIY Siap Sambut Mudik Lebaran 2026
BBPJN memastikan 1.888 km jalan nasional di Jateng–DIY siap dilalui pemudik Lebaran 2026 meski terdapat puluhan titik rawan kemacetan dan bencana.
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sekaligus Ketua Komite BP Tapera, Basuki Hadimuljono mengaku menyesali atas gelombang protes yang terjadi akibat rencana pelaksanaan program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).
Untuk itu, menyebut mengaku tidak akan tergesa-gesa mengimplementasikan program Tapera apabila memang dinilai belum siap. "Dengan kemarahan ini [terhadap program Tapera] saya pikir saya menyesal betul," kata Basuki saat ditemui di Kompleks DPR RI, Kamis (6/6/2024).
Di samping itu, Basuki secara tersirat juga menerangkan bahwa implementasi Tapera sejatinya tidaklah genting untuk dilakukan. Sehingga, implementasinya dapat untuk ditunda. Basuki juga menepis kabar bahwa pemerintah seakan pasif dalam memenuhi kebutuhan perumahan masyarakat.
Pasalnya, pemerintah telah menyediakan subsidi selisih bunga lewat program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang dinilai telah cukup optimal.
Basuki menjelaskan, sejak FLPP diguyurkan pada 2010 total APBN yang telah dikucurkan mencapai Rp105 triliun. "Jadi apa yang sudah kami lakukan dengan FLPP subsidi bunga itu sudah Rp105 triliun," ujarnya.
Sejalan dengan hal itu, Basuki mengungkap dirinya telah melakukan pembicaraan dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati untuk dapat menunda implementasi Tapera.
"Apalagi kalau misalnya [ada usulan] DPR, Ketua MPR itu diundur, menurut saya, saya sudah kontak dengan Bu Menteri, kita akan ikut," tegasnya.
BACA JUGA: Program Tapera Tak Dicabut, Buruh Mengancam Bakal Demo
Badan Pengelola Tabungan Perumahan (BP Tapera) mengungkapkan penarikan iuran program Tapera belum pasti akan dilakukan pada 2027.
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho menjelaskan bahwa saat ini pihaknya belum berencana melakukan perluasan mandatori pada program Tapera sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2020.
"Karena kami masih ditugaskan oleh komite untuk terus melakukan pembenahan tata kelola sebagai lembaga baru," tuturnya dalam konferensi pers, Rabu (5/6/2024).
Bahkan, tambah Heru, pihaknya juga belum akan melakukan pungutan program Tapera pada aparatur sipil negara (ASN).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
BBPJN memastikan 1.888 km jalan nasional di Jateng–DIY siap dilalui pemudik Lebaran 2026 meski terdapat puluhan titik rawan kemacetan dan bencana.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.