Hanya Desil 1-4 yang Bisa Terima Bansos Agustus 2026, Cek Datanya
Bansos Agustus 2026 mengacu DTSEN. Cek status penerima, desil, serta cara memperbarui dan menyanggah data melalui kanal resmi.
Bangunan Istana Negara di kawasan inti pusat pemerintahan Kota Nusantara di wilayah Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (ANTARA/Nyaman Bagus Purwaniawan)
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) hingga saat ini telah menyelesaikan pembangunan beberapa infrastruktur guna mendukung ketersediaan air di Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.
Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Bob Arthur Lombogia, di Jakarta, Senin, mengatakan bahwa infrastruktur tersebut, antara lain Bendungan Sepaku Semoi dan Intake Sepaku yang dibangun untuk mendukung pembangunan dan memenuhi kebutuhan air di Nusantara.
Bendungan Sepaku Semoi merupakan proyek strategis nasional yang bertujuan untuk menyediakan air baku IKN, serta mereduksi banjir di kawasan hilir. Bendungan dengan tinggi 25 meter dan panjang 450 meter itu dapat membendung air hingga 16,17 juta meter kubik.
BACA JUGA : Presiden Jokowi Teken UU DKJ, Peralihan Status Ibu Kota dari Jakarta ke IKN
Bendungan Sepaku Semoi juga dapat menyalurkan kebutuhan air baku sebesar 2.500 liter per detik. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.000 liter per detik disalurkan ke IKN dan sisanya 500 liter per detik dialirkan ke Balikpapan.
Selain bendungan, Kementerian PUPR juga telah menyelesaikan Intake Sungai Sepaku yang dapat menyalurkan air hingga 3.000 liter per detik. Proyek ini dibangun untuk menyuplai air bersih ke ibu kota baru.
Selain itu, Bob mengatakan Embung Mentawir juga telah diselesaikan untuk memenuhi kebutuhan air persemaian modern berbagai jenis bibit pohon. Embung yang bisa menampung air 16.000 meter kubik ini diharapkan dapat membantu penghijauan IKN dan menjaga kelestarian lingkungan.
Konservasi sumber daya air juga menjadi fokus utama dalam pembangunan IKN. Bob menyebut saat ini terdapat 19 embung yang sedang dibangun di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Embung-embung ini berfungsi sebagai penyimpanan air baku non air minum.
Embung adalah bangunan konservasi air berbentuk kolam atau cekungan yang digunakan untuk menampung air hujan, air limpasan, dan sumber air lainnya.
Air yang ditampung di embung dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, seperti pertanian untuk mengairi sawah atau ladang saat musim kemarau, peternakan, perikanan, rumah tangga, dan pengendalian banjir.
“Untuk pengendalian banjir, beberapa kegiatan peningkatan kapasitas sungai dan pembangunan kolam retensi sedang dilaksanakan, salah satu yang telah selesai adalah kolam retensi SG-03 di KIPP
Kolam retensi SG-03 KIPP memiliki volume penampungan 16,17 juta meter kubik dan dapat mereduksi banjir hingga 231,81 meter kubik per detik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bansos Agustus 2026 mengacu DTSEN. Cek status penerima, desil, serta cara memperbarui dan menyanggah data melalui kanal resmi.
Cek rute Trans Jogja aktif dan tarif terbaru 2026. Pembayaran bisa memakai QRIS, GoPay, kartu elektronik, hingga kartu pelajar.
Ramalan zodiak 13 Agustus 2026 untuk asmara, karier, dan keuangan. Ada 5 zodiak yang rentan bosan dengan pasangan. Simak prediksi lengkapnya di sini
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan berdasarkan data resmi KAI Access.
BMKG memprakirakan mayoritas wilayah di DIY cerah pada Kamis 13 Agustus 2026. Bantul berpotensi berawan, sementara Kota Jogja terpanas.