Banjir Semarang, 313 KK Terdampak dan Lansia Dilaporkan Hanyut
Banjir Semarang 2026 melanda Tugu dan Ngaliyan. 313 KK terdampak, satu lansia hilang, tanggul Sungai Plumbon jebol.
Ibadah haji oleh jemaah haji - Foto ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Seluruh jemaah calon haji disarankan untuk melakukan vaksinasi sebelum berangkat guna meningkatkan proteksi diri dari risiko penyakit menular. Hal ini diutarakan dokter Spesialis Penyakit Dalam (Internis) lulusan Universitas Indonesia (UI) Dirga Sakti Rambe.
“Vaksin yang wajib dari pemerintah adalah vaksin meningitis dan COVID-19. Kedua vaksin ini dapat diakses secara gratis dan merupakan bagian dari program persiapan jemaah calon haji,” kata Dirga, , Kamis (25/4/2024).
Dirga yang juga merupakan vaksinolog itu menuturkan vaksin meningitis dapat berfungsi sebagai pelindung dari penyakit meningitis yang bisa ditularkan oleh jemaah calon haji dari negara lainnya, sehingga meningkatkan kenyamanan dan kelancaran ibadah serta mencegah penyakit tersebut ikut masuk saat jamaah pulang ke Indonesia.
Vaksin lain yang ia rekomendasikan adalah vaksin influenza dan pneumonia. Meski keduanya dapat diakses secara berbayar dan tidak wajib secara regulasi, namun vaksin influenza dapat melindungi jamaah dari infeksi virus yang menyebabkan penderitanya mengalami gangguan sistem pernapasan yang menyerang hidung, tenggorokan, dan paru-paru.
Sementara vaksin pneumonia memberi proteksi pada jamaah agar terhindar dari terkena radang paru-paru.
Menurut Dirga, keempat vaksin yang ia sebutkan itu sangat penting bagi semua jemaah calon haji, terutama bagi jamaah yang masuk dalam populasi berisiko tinggi seperti lansia dan pasien dengan penyakit komorbid.
“Keempat vaksin dapat membantu mencegah penyakit-penyakit yang dapat ditularkan di sana dan merupakan bentuk ikhtiar agar jamaah tetap sehat dan seluruh rangkaian ibadah haji berjalan lancar,” kata Dirga.
BACA JUGA: Kontrak Shin Tae-yong Resmi Diperpanjang untuk Timnas Indonesia hingga 2027
Lebih lanjut, Dirga mengatakan selain melakukan vaksinasi para jamaah juga perlu banyak meminum air putih agar tidak terkena dehidrasi selama beribadah. Mengingat kondisi cuaca sedang tidak menentu saat ini.
Sebagai bentuk proteksi yang lebih kuat, katanya, jamaah disarankan untuk tetap mengenakan masker khususnya pada situasi tertentu. Misalnya saat berada di suatu kawasan yang dilalui banyak orang.
Pemakaian masker juga dianjurkan bagi jamaah yang merasakan gejala tertentu agar tidak menularkan penyakit ke lebih banyak individu.
“Jangan lupa juga untuk menghindari orang yang sedang mengalami batuk, pilek atau memiliki gejala penyakit lainnya,” saran dia yang kini berpraktik di Rumah Sakit EMC Pulomas tersebut.
Dirga turut mengingatkan bagi jamaah yang memiliki penyakit kronik seperti diabetes, penyakit jantung maupun komorbid lainnya untuk terus membawa obat dan mengonsumsinya secara rutin agar penyakit yang diderita tidak mengalami kekambuhan yang sering atau perburukan kondisi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Banjir Semarang 2026 melanda Tugu dan Ngaliyan. 313 KK terdampak, satu lansia hilang, tanggul Sungai Plumbon jebol.
Prabowo menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meski kurs dolar dan ekonomi global bergejolak.
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Prabowo menyebut 1.061 Koperasi Merah Putih berhasil dioperasikan dalam tujuh bulan untuk memperkuat ekonomi desa.