Konsultan Raksasa McKinsey PHK Ratusan Karyawan

Jessica Gabriela Soehandoko
Jessica Gabriela Soehandoko Kamis, 11 April 2024 10:57 WIB
Konsultan Raksasa McKinsey PHK Ratusan Karyawan

Foto ilustrasi. /Ist-Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Konsultan raksasa McKinsey & Co. akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sekitar 360 karyawan secara global. Situasi ini terjadi karena perusahaan permintaan jasa untuk perusahaan tersebut melambat.

Pemangkasan ini terjadi global dan berdampak pada karyawan di berbagai divisi termasuk desain, teknik data, cloud, dan perangkat lunak. Pemangkasan ini diperkirakan berdampak pada sekitar 3% dari 12.000 staf yang dianggap memiliki keahlian teknis yang bekerja bersama konsultan tradisional perusahaan.

“Kami berinvestasi untuk mengembangkan kemampuan yang sesuai dengan prioritas klien kami, dan menyesuaikan ukuran sejumlah kecil klien lainnya jika diperlukan,” jelas juru bicara McKinsey, seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (11/4/2024).

Lanjutnya, dia berpendapat bahwa sebagai bagian dari proses tersebut, maka beberapa peran akan dihilangkan dan menyesuaikan ukuran sejumlah klien kecil lainnya. Menurut sumber yang mengetahui permasalahan ini, konsultan tradisional tidak akan terpengaruh dari PHK ini. Berdasarkan situs resminya, McKinsey memiliki lebih dari 45.000 staf di 130 kota di seluruh dunia. McKinsey juga tengah berjuang menghadapi reaksi politik yang sengit di Amerika Serikat (AS) atas pekerjaannya di Arab Saudi dan China, telah menjadi penasihat berbagai organisasi mulai dari Pentagon AS hingga Ping An Insurance (Group) Co.

Baca Juga

Bantah Ada Perusahaan Garmen yang Akan PHK Ratusan Karyawan, Begini Penjelasan Disnaker Bantul

Miris! Alih-Alih Dapat THR, Buruh Pabrik Tekstil Justru Kena PHK Jelang Lebaran

PHK Sepihak Jurnalis Akurat.co Berlanjut ke Meja Hijau

Kemudian, setelah masa booming pandemi yang mendorong banyaknya perekrutan di industri konsultan seperti Ernst & Young dan PricewaterhouseCoopers, yang setelahnya terpaksa melakukan PHK karena semakin banyak klien yang menunda investasi jangka panjang.

Meskipun pada tahun lalu McKinsey menghasilkan rekor pendapatan US$16 miliar atau Rp255 triliun, perusahaan telah memperingatkan 3.000 konsultannya bahwa kinerja mereka tidak memuaskan dan perlu ditingkatkan. Lalu, dalam beberapa pekan terakhir McKinsey menawarkan staf di Inggris untuk menerima gaji sembilan bulan sebagai imbalan atas kepergian mereka.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online