OJK: Pembiayaan Bank Syariah Tumbuh 9,82 Persen di 2026
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Beras - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Satgas Pangan Polri terus memonitor dan mengawasi ketersediaan dan pendistribusian beras dari tingkat hulu ke hilir, guna menjaga stabilitas harga komoditas ini di tengah masyarakat.
Di tingkat hulu, Kepala Satgas Pangan Polri Brigjen Pol. Whisnu Hermawan, menyampaikan pihaknya akan memastikan bahwa tidak ada kendala bagi petani dalam memproduksi hasil sawahnya. “Monitoring juga dilakukan di tingkat hilir agar tidak terjadi simpul-simpul yang dapat menghambat kelancaran jalur distribusi sampai ke konsumen,” kata Whisnu dalam keterangan resminya, Senin (12/2/2024).
Selain monitoring dan pengawasan, Satgas Pangan bersama dengan kementerian/lembaga terkait serta pemda secara rutin melakukan pengecekan di beberapa tempat penyimpanan atau gudang beras.
Menurutnya, lonjakan harga beras yang terjadi di beberapa daerah disebabkan oleh beberapa faktor.
Di antaranya gangguan cuaca, kenaikan biaya produksi, hingga keterbatasan lahan dan air, sehingga produksi di beberapa daerah sentra produksi beras menurun. Kendati demikian, lanjut dia, kementerian/lembaga terkait telah melakukan sejumlah langkah untuk mengantisipasi beberapa faktor pemicu tersebut.
“Dalam hal ini, Satgas Pangan memastikan bahwa stok atau ketersediaan beras masih mencukupi untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Berdasarkan Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas), Senin (12/2/2024) pukul 15.48 WIB, harga beras premium maupun medium kembali bergerak naik menjauhi harga eceran tertinggi (HET).
HET beras yang dipatok pemerintah yakni sebesar Rp10.900 hingga Rp11.800 per kilogram untuk beras medium, sedangkan beras premium Rp13.900 hingga Rp14.800 per kilogram.
Harga beras premium sore ini tercatat naik 0,77% menjadi Rp15.750 per kilogram dan beras medium naik 0,88% menjadi Rp13.830 per kilogram. Tingginya harga beras juga dirasakan oleh peritel.
BACA JUGA: Harga Beras Belum Stabil, Catat Tanggal Pasar Murah Disperindag DIY
Sebelumnya, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengakui mulai kesulitan mendapatkan pasokan beras jenis premium kemasan 5 kilogram.
Ketua Umum Aprindo, Roy N. Mandey, mengungkapkan, saat ini produsen beras telah menaikkan harga belinya, lantaran masa panen padi diprediksi berlangsung pada Maret 2024 dan impor beras belum masuk sepenuhnya.
Selain itu, ketersediaan pasokan dan permintaan yang tidak seimbang ini telah memicu kenaikan harga beras pada pasar ritel dan pasar rakyat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Tiket konser perdana YE di Jakarta mulai dijual 29 Juli 2026 pukul 10.00 WIB. Harga tiket mulai Rp1,875 juta melalui kanal resmi.
Polresta Jogja menahan tiga dari lima tersangka baru kasus dugaan kekerasan di Little Aresha Daycare. Satu tersangka tidak ditahan karena memiliki bayi.
Gempa magnitudo 7,1 mengguncang Kumamoto, Jepang, melukai lebih dari 50 orang. Gempa susulan M6,1 menyusul, sementara peringatan tsunami sempat dikeluarkan.
Rumah di Karanganyar terbakar diduga akibat anak berusia delapan tahun bermain korek api. Damkar Sragen membantu pemadaman selama sekitar 30 menit.
GoPay mengalami gangguan pada Selasa siang. Pengguna Gojek kesulitan top up dan bertransaksi, sementara saldo dan data dipastikan tetap aman.