Kolonel Budi Utomo Jadi Tersangka Korupsi Tata Kelola MBG
Kejagung menyatakan Kolonel Budi Utomo tersangka dugaan korupsi tata kelola MBG dan ditahan sejak Agustus 2026 di Pomdam Jaya.
Tradisi tuk panjang dalam menyambut perayaan Imlek yang berlangsung di kawasan Pecinan, Semarang, Kamis (8/2/2024). (Antara/HO-Pemkot Semarang)
Harianjogja.com, SEMARANG—Perayaan Imlek yang khas di Kota Semarang adalah tuk panjang. Prosesi rutin ini menggambarkan simbol toleransi dan kerukunan antarumat beragama.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang Wing Wiyarsomenjelaskan tradisi menyambut Imlek di Semarang yang unik, yakni "tuk panjang" yang menjadi prosesi rutin.
"Tuk panjang" adalah sebuah tradisi meja panjang yang di atasnya disediakan berbagai hidangan dan nantinya akan dimakan secara bersama-sama yang kembali dihadirkan pada Imlek 2575.
Berbagai hidangan disuguhkan dalam acara tersebut, seperti kue keranjang kukus santan, nasi hainan, tujuh macam sayur hijau yang masing-masing punya lambang dan harapan baik. Selain itu, ada juga berbagai menu lain seperti lumpia, dan aneka makanan sebagai wujud akulturasi budaya yang ditata di atas meja sepanjang 200 meter untuk dimakan bersama-sama masyarakat keturunan Tionghoa, perwakilan tokoh agama, dan masyarakat.
Wing menyebutkan bahwa "tuk panjang" selalu hadir menyambut perayaan Imlek di Semarang dan selalu berlangsung meriah, dan pada Imlek tahun ini telah digelar pada Kamis (8/2/2024) malam di kawasan Pecinan.
Baca Juga
Kuliner dan Aksesori Khas Imlek
Imlek 2024, Kisah Kecap Manis yang Jadi Perantara Akulturasi Budaya
Menag Minta Umat Konghucu Doakan Kemajuan Bangsa dalam Peringatan Tahun Baru Imlek 2575
Menurut dia, akulturasi budaya yang tergambar dalam tradisi "tuk panjang" menyambut Imlek sebenarnya melekat bagi masyarakat dan menjadi kekuatan, termasuk untuk pariwisata dan lainnya.
"Ini ada filosofinya, makan bersama yang mewujudkan kerukunan umat beragama karena ada berbagai macam etnis yang ikut memeriahkan. Akulturasi budaya, harapannya menjadi semangat menjaga toleransi di kota ini," katanya.
Sementara itu, Ketua Komunitas Pecinan Semarang Untuk Pariwisata (Kopi Semawis) Haryanto Halim menjelaskan bahwa tradisi "tuk panjang" coba diangkat ke jalan guna wujudkan keharmonisan dan kerukunan antarumat beragama.
"Tradisi ini (tuk panjang, red.) biasanya dilakukan orang Tionghoa di rumah orang paling tua, karena keluarga yang datang banyak, akhirnya banyak meja yang disusun memanjang," katanya.
Dengan dihadirkan di jalanan, tidak hanya masyarakat Tionghoa yang menikmati, tetapi juga warga sekitar, tokoh agama, tokoh masyarakat juga diajak duduk dan makan bersama menyambut Imlek.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kejagung menyatakan Kolonel Budi Utomo tersangka dugaan korupsi tata kelola MBG dan ditahan sejak Agustus 2026 di Pomdam Jaya.
Menikmati suasana senja hingga gemerlap lampu Kota Yogyakarta dari ketinggian dapat menjadi pengalaman menarik untuk menggelar berbagai acara privat
7 bahan ini sebaiknya dihindari saat membersihkan stainless steel karena bisa menyebabkan goresan, noda, kusam, hingga korosi.
KTM menolak aturan satu motor MotoGP dan memilih mendukung cost cap sebagai opsi menekan biaya tanpa mengurangi aksi balap.
Sebanyak 1.001 pembatik akan membatik bersama di Malioboro pada 3 Oktober 2026. Jalan ditutup pukul 06.00-09.00 WIB.
Nissan menilai produsen Tiongkok menjadi tantangan berat dan menyiapkan strategi biaya menghadapi potensi produksi mobil China di Meksiko.