BPJPH-Uni Eropa Bahas Kesiapan Implementasi Wajib Halal Oktober 2026
BPJPH dan Uni Eropa membahas kesiapan implementasi Wajib Halal yang mulai berlaku Oktober 2026 serta kepastian regulasi bagi pelaku usaha.
Pesawat Japan Airlines tengah parkir di Bandara Haneda, Jepang./Bloomber
Harianjogja.com, JAKARTA—Ministry of Land, Infrastructure, Transport and Tourism (MLIT) Jepang menyampaikan beberapa perusahaan Jepang tertarik membangun dan mengoperasikan bandara di Indonesia, khususnya Bandara Sultan Aji Muhammad Sepinggan di Balikpapan.
Direktur Bandar Udara Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman F. Laisa menyampaikan hal tersebut disampaikan pada acara Air Transportation Working Group (ATWG) yang digelar pada 18-20 Januari 2024 di Bandung, Jawa Barat. Kala itu, Jepang memperkenalkan empat perusahaannya, yaitu Japan Airport Terminal Co., Ltd, JALUX Inc., Taisei dan SECOM. Co. Ltd, yang berpengalaman dalam pembangunan dan pengoperasian bandara utama di Jepang seperti Haneda Airport dan Narita Airport. Selain itu, beberapa bandara di luar Jepang seperti Beijing International Airport di China dan New Ulaanbaater Airport di Mongolia.
"Jadi, empat perusahaan tersebut menyampaikan ketertarikan dan keinginan untuk melakukan kerja sama dalam pengembangan bandara di Indonesia, khususnya di Balikpapan guna meningkatkan fungsi Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sepinggan di Balikpapan, Kalimantan Timur sebagai pintu masuk Ibu Kota Nusantara," kata Lukman yang mewakili Direktur Jenderal Perhubungan Udara tersebut, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (20/1/2024).
Baca Juga
Perusahaan di Jepang Punya Kebiasaan Unik, Adakan Upacara Kuil untuk Hormati Serangga yang Mati
Perusahaan Jepang Beri Cuti Berbayar untuk Hadiri Konser Idola
Perusahaan Jepang Ini Bikin Mesin Cuci Manusia, Berminat Mencoba?
ATWG merupakan salah satu agenda dalam pertemuan Vice-Ministerial Level Meeting antara Indonesia dengan Jepang di bidang transportasi yang ke-11. Lebih lanjut, Lukman mengatakan dengan pengalaman Jepang yang luas, teknologi, dan keahlian dalam pengembangan dan pengoperasian bandara.di Jepang dan luar negeri diharapkan dapat membantu mengembangkan industri penerbangan di Indonesia.
Selain itu, turut dibahas proposal Indonesia untuk meningkatkan rute ke Jepang. Kemudian penjelasan terkait Indonesia State Safety Program dan juga paparan perkembangan penggunaan bahan bakar alternatif untuk penerbangan sustainable aviation fuel (bioavtur) di Indonesia.
"Kegiatan ini sangat bermanfaat sebagai ajang diskusi dan saling bertukar pengalaman antarkedua negara. Harapannya, selain dapat mengembangkan dunia penerbangan di kedua negara, juga dapat meningkatkan hubungan baik antara Indonesia dan Jepang," ucap Lukman.
Selain Lukman, turut hadir mewakili Direktur Jenderal Perhubungan Udara, yakni Direktur Angkutan Udara Putu Eka Cahyadhi. Sementara, mewakili MLIT Jepang, yaitu Director of International Airport Office-Civil Aviation Bureau Nukushina Seiji dan hadir memberikan closing remarks secara daring Assistant Vice-Minister for International Aviation, Minister's Secretariat/Japan Civil Aviation Bureau Yamakhosi Toshihiro.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BPJPH dan Uni Eropa membahas kesiapan implementasi Wajib Halal yang mulai berlaku Oktober 2026 serta kepastian regulasi bagi pelaku usaha.
UAD melantik dekan baru untuk periode kepemimpinan berikutnya guna memperkuat transformasi kampus dan menghadapi akreditasi institusi 2027.
PT Bank Syariah Indonesia (Persero)Tbk (BSI) bersama Danantara Indonesia mempercepat penguatan ekonomi kerakyatan dengan membangun ekosistem pemberdayaan UMKM
BMKG mengimbau petani menyesuaikan pola tanam dan memilih varietas tahan kering untuk mengurangi risiko gagal panen akibat El Nino.
Warga Desa Kahuman, Klaten, menggelar Sendratari Manusuk Sima untuk mengangkat sejarah Upit, permukiman kuno yang telah berusia 1.160 tahun.
BMKG memprakirakan gelombang laut di perairan selatan Bali mencapai 6 meter pada 5-8 Agustus 2026 akibat aktifnya monsun Australia.