Beredar Penipuan Mengatasnamakan Pos Indonesia, Warga Diminta Waspada

Newswire
Newswire Jum'at, 19 Januari 2024 23:07 WIB
Beredar Penipuan Mengatasnamakan Pos Indonesia, Warga Diminta Waspada

Ilustrasi PT Pos Indonesia - Antara

Harianjogja.com, JAKARTA—Masyarakat diminta agar lebih hati-hati dan waspada terhadap penipuan phising mengatasnamakan PT Pos Indonesia, yang dilakukan dengan menyebarkan pesan singkat soal layanan pengiriman barang.

"Kami mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati, jangan mudah percaya jika ada nomor tidak dikenal yang mengirimkan pesan singkat berisi phising," kata Sekretaris Perusahaan PT Pos Indonesia Tata Sugiarta dalam keterangan di Bandung, Jumat (19/1/2024).

Phising yang merupakan upaya untuk mendapatkan informasi data seseorang dengan teknik pengelabuan dengan mengatasnamakan Pos Indonesia, diungkapkan Tata, telah terdeteksi setelah ada laporan masyarakat yang mengeluhkan menerima pesan singkat yang meminta agar penerima mengklik tautan yang menjelaskan tentang kendala kiriman.

Pesan singkat tersebut, kata dia, di antaranya berbunyi: "Saat ini kami tidak dapat melanjutkan pengiriman barang Anda karena alamat yang salah, silakan periksa alamat di bawah ini".

BACA JUGA: Ndarboy Gank Pentas di Titik Nol Jogja, Ribuan Orang Ikut Bergoyang

"Padahal pesan singkat tersebut bukan dari kami. Kami menduga, pesan tersebut dikirim secara acak kepada siapapun, oleh orang tak bertanggung jawab," ucap dia.

Lebih lanjut, Tata menjelaskan pihaknya tidak pernah melakukan korespondensi melalui pesan singkat (SMS) dengan pelanggan.

"Apalagi meminta customer untuk melakukan pengisian data yang bersifat rahasia," ujarnya.

Dia menambahkan, layanan keluhan pelanggan Pos Indonesia dilakukan melalui customer services di Kantor Pos dan contact center 1500161, sementara informasi status kiriman dapat diperiksa melalui laman web Pos Indonesia.

"Saat ini, Pos Indonesia terus mengedukasi masyarakat agar lebih hati-hati terhadap upaya penipuan yang mengatasnamakan Pos Indonesia, seperti melalui akun Instagram, website, dan lainnya," katanya.

Diketahui, phising adalah upaya untuk mendapatkan informasi data seseorang dengan teknik pengelabuan dengan yang menjadi sasaran adalah data pribadi seperti nama, usia, dan alamat.

Kemudian, data akun seperti username dan password. Bahkan, phising juga bisa mencuri data finansial seperti informasi kartu kredit, dan rekening korban.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online