Puan Sebut Kehadiran Prabowo di DPR Jadi Momentum Strategis
Puan Maharani menyebut kehadiran Prabowo di DPR untuk menyampaikan KEM-PPKF RAPBN 2027 menjadi momentum strategis nasional
Gunung Marapi. /Antarafoto
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Geologi Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta semua pihak mematuhi rekomendasi Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), yang telah mengeluarkan rekomendasi terkait status Waspada (Level II) Gunung Marapi, Sumatera Barat.
"Gunung Marapi telah mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu teramati 800 meter dari puncak pada 4 Desember 2023 pukul 22.00 WIB. Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam intensitas tebal condong ke arah barat daya. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 3 mm dengan durasi kurang lebih 1 menit 8 detik," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid dalam konferensi pers terkait Perkembangan Aktivitas Gunung Marapi Sumatera Barat, Senin (4/11/2023).
Gunung Marapi saat ini berada pada Level II (Waspada) dan sudah direkomendasikan masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pengunjung ataupun wisatawan tidak diperbolehkan mendekati pada radius 3 km dari kawah untuk keselamatan bersama.
"PVMBG sudah mengeluarkan rekomendasi terkait aktivitas vulkanik Gunung Marapi dan sudah diinformasikan kepada pihak-pihak terkait termasuk pemerintah daerah untuk dipatuhi," ujarnya.
Kepala PVMBG Hendra Gunawan menambahkan Gunung Marapi (2.981 meter) secara administratif terletak di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat.
"Gunung Marapi dipantau secara visual dan instrumental dari Pos Pengamatan Gunungapi yang berada di Jl Prof Hazairin No 168 Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat," katanya.
Menurut Hendra, sifat dari erupsi Gunung Marapi itu sangat sulit dideteksi, bahkan pengamatan secara visual pada 14 Oktober 2023 di kawah aktif Gunung Marapi tidak terlihat adanya aktivitas vulkanik, sehingga membuat pihaknya dan juga masyarakat gunung merasa aman, karena tidak terlihat adanya aktivitas vulkanik apa pun.
"Hal inilah yang sangat berbahaya, diam seperti itu. Oleh karenanya, relasinya kenapa ada status Level II artinya lebih ke preventif, karena secara visual memang tidak apa-apa dan secara kegempaan mungkin hanya ada satu gempa per bulan," ujarnya.
Hendra melanjutkan mengingat sejarah erupsi kerap terjadi, maka PVMBG mengeluarkan rekomendasi 3 km dari kawah itu berdasarkan statistik adanya erupsi setiap 2 hingga 4 tahun hanya tanggal dan bulannya tidak pernah dapat diketahui.
"Rekomendasi masyarakat tidak beraktivitas apa pun dalam radius 3 km dikeluarkan PVMBG mengambil skenario terburuk, karena berdasarkan statistik kejadian 3 km merupakan jarak terdampak. Dampaknya itu selalu di sekitar puncak dan itu sebenarnya buffer buat kita untuk diyakinkan aman dan kami berharap semua pihak mematuhi ini," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Puan Maharani menyebut kehadiran Prabowo di DPR untuk menyampaikan KEM-PPKF RAPBN 2027 menjadi momentum strategis nasional
Embarkasi haji berbasis hotel di YIA belum berdampak signifikan pada hotel dan wisata di Kulonprogo.
SIM keliling Bantul hari ini hadir di Halaman Kantor Kalurahan Wukirsari. Cek jadwal lengkap dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.