Anggaran Paskibraka Jateng Dipangkas, Kuota Tetap 45 Orang
Anggaran Paskibraka Jateng 2026 turun menjadi Rp500 juta-Rp600 juta. Kuota 45 peserta tetap dipertahankan untuk upacara HUT RI.
Hujan abu terjadi usai erupsi gunung Marapi di Sumbar / BNPB
Harianjogja.com, PADANG—Warga di sejumlah wilayah di Kabupaten Agam, Sumatra Barat, tidak hanya dikejutkan dengan letusan Gunung Marapi tapi juga turut merasakan hujan batu usai erupsi terjadi.
Salah seorang warga di Sungai Pua, Lina, mengatakan, setelah beberapa menit usai Gunung Marapi erupsi, terjadilah hujan batu. Meski batunya berukuran kecil, hal tersebut cukup mengkhawatirkan warga. "Berisik kali di bagian atap rumah, kami sekeluarga tidak berani keluar dari rumah. Mendengar suara hujan batu saja, kami takut," katanya, Minggu (3/12/2023).
BACA JUGA : Selain Gunung Marapi, Gunung Anak Krakatau dan Gunung Ili Lewotolok Ikut Erupsi
Lina menyampaikan kondisi erupsi Gunung Marapi pada Minggu (3/12) sekitar pukul 14.54 WIB tadi itu, terbilang parah, bila dibandingkan kondisi yang pernah terjadi awal tahun 2023 lalu. "Dulu juga ada erupsi Gunung Marapi nya, sering pula bahkan. Tapi tidak separah ini. Abunya saja tidak sampai ke bawah ini," katanya.
Namun kondisi yang terjadi saat ini, sebagian wilayah Agam yang berada di sekitar Gunung Marapi merasakan dampak dari erupsi tersebut.
Selain ada terjadi hujan batu, warga juga merasakan adanya hujan abu. Kendaraan dan tanaman bunga yang ada di halaman, ditutupi abu yang cukup tebal.Sementara itu, Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Agam telah turun ke lapangan. Menurut Kalaksa BPBD Agam Bambang Wasito dalam siaran pers resmi BNPB bahwa dampak dari erupsi Gunung Marapi tidak hanya dirasakan di wilayah Agam saja.
"Gunung Marapi ini tidak hanya berada di Agam saja, tapi ada yang terbagi ke Kabupaten Tanah Datar. Dampaknya juga bisa ke daerah lain. Tapi khusus di Agam tengah tangani," tegasnya.
Dia menyebutkan saat ini tim BPBD Kabupaten Agam sudah berada di dua wilayah yang paling dekat dengan puncak, yakni Kecamatan Sungai Pua dan Kecamatan Canduang. Selain itu data dari Pusdalops BPBD Kabupaten Agam mencatat hujan abu vulkanik dari erupsi Gunung Marapi dilaporkan terjadi di wilayah Nagari Lasi, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam.
Untuk hujan abu vulkanik itu turun dengan intensitas tinggi hingga membuat suasana Nagari Lasi menjadi sangat pekat dan gelap. BPBD juga telah memberikan masker kepada masyarakat sebagai upaya antisipasi terjadi dampak bagi kesehatan akibat abu tersebut.
Sementara di wilayah Sungai Pua terjadi intensitasnya rendah dengan durasi yang tidak terlalu lama. Hal itu diduga karena arah angin yang cenderung mengarah ke wilayah Kecamatan Canduang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Anggaran Paskibraka Jateng 2026 turun menjadi Rp500 juta-Rp600 juta. Kuota 45 peserta tetap dipertahankan untuk upacara HUT RI.
Pemerintah mengalokasikan Rp820,9 triliun untuk pendidikan pada RAPBN 2027, termasuk PIP, KIP Kuliah, MBG, dan Sekolah Garuda.
Instagram resmi mengganti logo teks atau wordmark setelah 10 tahun. Desain baru menuai pro dan kontra karena banyak pengguna salah membaca tulisan Instagram men
Ledakan industri drama AI di China melahirkan bisnis baru berupa lisensi wajah manusia. Warga mendapat bayaran hingga Rp12 juta, namun risiko penyalahgunaan dat
AFC resmi menolak banding Persib Bandung terkait kericuhan suporter saat ACL 2. Maung Bandung tetap didenda Rp3,5 miliar dan menjalani laga tanpa penonton.
Borneo FC resmi ditunjuk AFC sebagai tuan rumah fase grup AFC Challenge League 2026/2027. Stadion Segiri Samarinda akan menjadi venue pertandingan Asia.