Emas Antam Tembus Rp2,65 Juta/Gram, Ini Daftar Harga Terbaru
Harga emas Antam naik jadi Rp2.655.000 per gram. Simak daftar lengkap harga emas UBS dan Galeri24 terbaru hari ini.
Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Yogyakarta di pertigaan UIN Sunan Kalijaga yang menolak politik dinasti, Jumat (6/10/2023). Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah pegiat medsos pendukung garis keras Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan keresahan mereka terhadap situasi politik di Indonesia akhir-akhir ini. Mereka menyikapi isu politik dinasti yang kini santer dituduhkan kepada Jokowi dan keluarga.
Misalnya diungkapkan pegiat medsos, Dini PoedjiHardianti. Melalui akun twiiternya @DiniHrdianti, dia mengungkapkan kerisauannya terhadap sikap Jokowi. Sebagai pendukung Jokowi, dirinya ingin Presiden RI dua periode ini mengakhiri jabatannya dengan terhormat.
BACA JUGA: Konsolidasi Nasional Relawan Alap-Alap, Jokowi: Saya Senang
“Kepada yg tercinta, Bapak Presiden @jokowi Kami ini yg dulu melawan ORBA krn kami tdk ingin ada KEKUASAAN ABADI dan KEKUASAAN DINASTI.. Kami ingin negeri ini menjadi Negara Demokrasi Saya adlh pendukung Bapak mulai dr Pilkada DKI 2012, Bapak salah satu pemimpin TERBAIK yg sdh membuat fondasi yg kuat di negeri tercinta ini.. Sekedar mengingatkan, jangan menabrak Konstitusi dg memperalat MK yg akan merusak DEMOKRASI di negeri tercinta ini,” twitt @DiniHrdianti.
Dia juga menyertakan dua potongan video aksi demonstrasi yang dilakukan Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Yogyakarta di pertigaan UIN Sunan Kalijaga yang menolak politik dinasti. Mereka menolak cara rezim yang berkuasa saat ini yang telah merusak demokrasi dengan menabrak konstitusi, memperalat Mahkamah Konstitusi (MK) untuk meneguhkan kekuasaan.
Begitu juga dengan pegiat medos Septian Raharjo. Melalui akunnya @Gus_Raharjo , pria yang akrab disapa Gus Raharjo ini juga mengungkapkan hal yang sama. Sebagai pendukung garis keras Jokowi, dirinya tidak ingin mantan Wali Kota Surakarta itu tergelincir di ujung masa kepemimpinan gemilang, rusak akibat ulah para pembisik yang tidak bertanggung jawab.
“Saya setuju dengan Mas @ulinyusron dan Mbak @DiniHrdianti sebagai pendukung Pak Jokowi Garis Keras kita harus tetap mengingatkan. Karena jangan Sampai Legacy pak Jokowi jadi Buruk gara-gara pembisik yang Ugal-ugal an . Kita tetap akan kenang pak Jokowi sebgai presiden Terbaik,” tulis pegiat medsos dengan 66,7 ribu followers ini.
"Akan lebih indah jika bapak (Jokowi) akan selalu dikenang sebagai presiden terbaik yang pernah dimiliki bangsa ini. Semoga kabar yang saya terima itu salah. Saya tetap percaya seorang Joko Widodo yang merakyat dan tidak ada tujuan secuil pun soal kekuasaan," tambah Gus Raharjo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga emas Antam naik jadi Rp2.655.000 per gram. Simak daftar lengkap harga emas UBS dan Galeri24 terbaru hari ini.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.