Jadwal Kereta Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 24 Mei 2026
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Massa melakukan aksi bela rempang di Simpang Tiga Alun-Alun Utara Jogja, Jumat (29/9/2023). /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Ratusan massa dari berbagai kelompok organisasi masyarakat melakukan aksi damai di Simpang Tiga Alun-Alun Utara Jogja, Jumat (29/9/2023). Aksi berjarak hanya beberapa meter dari Titik Nol Kilometer dan Istana Kepresidenan Gedung Agung itu digelar untuk memprotes kebijakan pemerintah terkait persoalan di Rempang, Kepulauan Riau.
Sejumlah elemen masyarakat yang hadir antara lain Ketua Ikatan Dai Indonesia (IKADI) DIY Ustaz Abdullah Sunono, Tokoh FUI DIY Syukri Fadholi, Wakil Ketua DPRD DIY yang juga politikus PKS Huda Tri Yudiana hingga mantan Presiden BEM KM UGM M Atiatul Muqtadir alias Fathur. Para tokoh tersebut melakukan orasi secara bergantian.
BACA JUGA : Sah! Warga Pulau Rempang Direlokasi ke 2 Lokasi Ini
Abdullah Sunono mengatakan awalnya aksi damai itu direncanakan digelar di Titik Nol Kilometer Malioboro. Namun karena bersamaan dengan kunjungan Presiden Joko Widodo ke Jogja kemudian berpindah lokasi di Jalan Pangurakan atau Simpang Tiga Alun-Alun Utara Jogja.
“Ini murni aksi merupakan solidaritas terhadap masyarakat Rempang sekaligus memberikan peringatan bahwa undang-undang omnibus law tentang investasi yang memberikan dampak kurang baik ke masyarakat,” kata Sunono kepada wartawan di sela-sela aksi.
Ia menilai pemerintah perlu mempertimbangkan warga lokal yang telah menghuni Rempang selama berpuluh-puluh tahun. Bahkan mereka ada yang sudah tinggal sejak Indonesia belum merdeka.
"Kalau enggak punya sertifikat itu namanya tanah adat, pemerintah harus memberikan sertifikat hak milik. Tujuan Negara Indonesia sebagaimana tertuang di dalam Pembukaan UUD 1945 adalah untuk melindungi seluruh rakyat Indonesia dan tumpah darah Indonesia. Kami menyarankan agar proyek ini dihentikan sementara,” ujarnya.
BACA JUGA : Jelang Tenggat Pengosongan Lahan Pulau Rempang
Aksi damai dilakukan sekitar 1,5 jam. Massa meninggalkan lokasi aksi dengan tertib setelah adzan Ashar di Masjid Gede Kraton berkumandang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Sebanyak 1.021 warga Sleman gagal donor darah awal 2026, mayoritas karena Hb rendah. PMI pastikan stok aman.
Keributan misa GMS Bantul dipicu izin belum lengkap. Polisi mediasi kedua pihak, situasi kini kondusif dan tetap jaga toleransi.
Tawuran remaja di Magelang dipicu tantangan Instagram. Dua pelajar luka parah, lima pelaku diamankan polisi.
Polemik GMS Bantul berujung kesepakatan. Ibadah tetap boleh, namun wajib lengkapi izin. Polisi siap tindak pelaku intimidasi.
Survei Abacus Data: 80% warga Kanada nilai AS di jalur salah. Faktor Trump dan kondisi global jadi pemicu kekhawatiran.