UNY Pakai 2 Bus Listrik VKTR, Mobilitas Kampus Makin Ramah Lingkungan
Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggunakan dua bus listrik VKTR 8 meter untuk mendukung mobilitas kampus yang lebih nyaman, efisien, dan berkelanjutan.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Yogyakarta Teguh Wiyono (kiri) bersama Rektor Universitas Sanata Dharma (USD) Romo Albertus Bagus Laksana saat penandatanganan kerjasama di Kampus USD Mrican Jogja, Kamis (24/8/2023)
Harianjogja.com, JOGJA—Universitas Sanata Dharma menandatangani perjanjian kerjasama (PKS) dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan Perlindungan sosial ketenagakerjaan bagi para mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Praktik Kerja Lapangan (PKL).
Rektor Universitas Sanata Dharma (USD) Romo Albertus Bagus Laksana menyebut bahwa kerjasama antara USD dengan BPJS Ketenagakerjaan sangat bermakna dan nyata untuk memberikan perlindungan sosial kepada mahasiswa yang melakukan tugas pembelajaran, pengabdian dan praktik kerja di masyarakat.
Dari pengalaman yang USD jalankan, lanjut Romo Albertus, perlindungan institusional dan jangka panjang seperti itu sangat dibutuhkan. "Kami memiliki semboyan cerdas dan humanis. Kerja kemanusiaan harus tinggi namun juga harus cerdas dalam melakukannya. Artinya perlindungan kepada mahasiswa itu dilakukan secara sistemik, berkelanjutan, institusional dan tidak musiman," katanya di sela kegiatan, Kamis (24/8/2023).
BACA JUGA: Komitmen Lawan Kekerasan Seksual, Universitas Sanata Dharma Bentuk Satgas PPKS
Sebagai orangtua di kampus, pihaknya juga khawatir jika terjadi sesuatu dengan mahasiswa yang menjalani KKN atau praktik kerja lainnya di luar kampus. Apalagi, lanjutnya, lokasi KKN USD saat ini terjauh berada di Ketapang, Kalimantan. USD juga berencana mengirim mahasiswa KKN ke Ibu Kota Negara Nusantara.
"Artinya wilayah keterlibatan mahasiswa dalam bidang-bidang seperti KKN dan Praktik Kerja akan semakin luas. Yang jelas kami senang dengan kerjasama ini ini bagian upaya kolaborasi agar mahasiswa bisa terlindungi. Kami juga terbantu dengan program ini karena melindungi para mahasiswa," ujarnya.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Yogyakarta Teguh Wiyono mengapresiasi kebijakan USD yang sangat care dengan program BPJS Ketenagakerjaan. Pasalnya belum semua kampus di Jogja yang merespons baik terkait program BPJS Ketenagakerjaan.
"Padahal ini program negara hadir untuk memberikan perlindungan bagi masyarakat. Program ini program mendasar, kalau masyarakatnya tidak kuat kemudian ada resiko bisa ambruk," katanya.
Teguh menambahkan bahwa BPJS Ketenagakerjaan mempunyai lima program perlindungan yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).
"Sebagai program mendasar, maka program BPJS Ketenagakerjaan harus diikuti oleh seluruh warga negara. Termasuk para mahasiswa yang mengikuti KKN atau praktik kerja," katanya.
Para mahasiswa di lokasi KKN diharapkan bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat terhadap program jaminan sosial ketenagakerjaan. "Salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah pengabdian kepada masyarakat. Khususnya mahasiswa yang KKN. Kami berharap para mahasiswa juga bisa mensosialisasikan program BPJS Ketenagakerjaan kepada masyarakat," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggunakan dua bus listrik VKTR 8 meter untuk mendukung mobilitas kampus yang lebih nyaman, efisien, dan berkelanjutan.
Guru PJOK asal Bojonegoro Ahmad Zaki lari sekitar lima jam demi menghadiri Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
Babad Siti Kemantren #4 digelar di 14 kemantren Kota Jogja untuk menggali potensi budaya, ekonomi kreatif, pariwisata, dan produk lokal.
Malaysia mengirim Tim SMART ke Nepal untuk membantu pencarian korban banjir bandang dan menyiapkan bantuan senilai 1 juta dolar AS.
Kebakaran rumah di Banyumanik Semarang menewaskan dua balita. Kakak N berusia tiga tahun meninggal setelah dirawat akibat luka bakar.
Yusril meminta warga tak terprovokasi kasus Bambang dan Faturrohman yang menjadi korban kekerasan usai demo 27 Agustus.