Duh! Serangan Siber via Email Melonjak 464%

Crysania Suhartanto
Crysania Suhartanto Minggu, 23 Juli 2023 17:27 WIB
Duh! Serangan Siber via Email Melonjak 464%

Kejahatan online/Ilustrasi-mirror.co.uk

Harianjogja.com, JAKARTA—Serangan siber yang merajalela, terutama via email, membuat data institusi-institusi ternama bocor. Kejadian ini semakin marak dengan data yang juga tidak sedikit.

Secara global, data dari penyedia jasa perlindungan siber Acronis menemukan serangan berbasis email pada semester 1/2023 mengalami lonjakan hingga 464 persen, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Selain itu, ada peningkatan serangan yang dilakukan setiap komplotan ataupun organisasi peretas hingga 24 persen.

Data Acronis juga mengungkapkan 30,3 persen dari semua surat elektronik yang diterima merupakan email spam. Namun, dari seluruh email spam tersebut, setidaknya 1,3 persen di antaranya terindikasi sebagai serangan siber.

Adapun, serangan siber tersebut meliputi phishing (73 persen), social engineering dan penipuan via email/BEC (15 persen), malware (11 persen), dan serangan terstruktur (1 persen).

Baca juga: 5 Spot Kantin Kampus Enak nan Halal di Jogja

Sebagai informasi, serangan phishing adalah upaya untuk mendapatkan informasi seseorang dengan memberikan tautan palsu.

Kemudian, social engineering merupakan tindakan manipulasi dengan memanfaatkan kesalahan seseorang untuk memberikan data dan informasi.

Selain itu, malware perangkat lunak yang dirancang penjahat siber untuk mendapatkan akses tidak sah, menyebabkan kerusakan sistem, ataupun mencuri data.

Adapun, malware yang paling banyak ditemukan di email merupakan trojan (64,9 persen), backdoor (8,3 persen), worm (8,4 persen), downloader (3,6 persen), dan lain-lain (13,8 persen).

Selain itu, Acronis mengaku jika jumlah varian baru malware ransomware memang mengalami penurunan. Hal ini dikarenakan ransomware saat ini yang sudah berkomplot sehingga pekerjaan jahat ini dapat dilakukan dengan lebih mudah.

Selain itu, banyaknya kode ransomware lama yang digunakan kembali oleh komplotan yang lain.

Diketahui, salah satu komplotan penjahat siber The LockBit menggunakan kembali data ransomware yang bocor dari komplotan Conti dan merilis versi baru dari kode tersebut. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : bisnis.com

Share

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online