Hari Ini Kualitas Udara Jakarta Nomor 2 Terburuk di Dunia

Nizar Fachri Rabbani
Nizar Fachri Rabbani Rabu, 12 Juli 2023 12:37 WIB
Hari Ini Kualitas Udara Jakarta Nomor 2 Terburuk di Dunia

Kualitas udara di Jakarta pada Rabu (12/7/2023) pagi nomor dua terburuk di dunia berdasarkan data IQAir pada pukul 08.32 WIB. JIBI/Bisnis-Nancy Junita

Harianjogja.com, JAKARTA—Kualitas udara di wilayah Jakarta sangat buruk dan tidak sehat pada Rabu (12/7/2023) pagi. Berdasarkan data IQAir, tingkat polusi Ibu Kota berada di angka 170 pada pukul 08.32 WIB dan peringkat ke-2 terburuk di dunia. Level ini dapat diartikan udara Jakarta sudah tidak sehat untuk dihirup oleh manusia saat beraktivitas.

Kemudian, tingkat konsentrasi  polutan PM2.5 Jakarta saat ini pada level 89,5µg/m³, atau setara dengan 17,9 kali dari nilai panduan kualitas udara tahunan World Health Organization (WHO). Sementara itu, suhu di Jakarta hari ini 27 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan 84 persen, gerak angin hanya 7,4 km/jam, dan tekanan sebesar 1011 mbar.

BACA JUGA : Dilewati Puluhan Ribu Kendaraan saat Libur Lebaran

Peringkat kualitas udara Jakarta saat ini berada di posisi dua di dunia dengan indikator warna merah yang artinya tidak sehat untuk dihirup oleh manusia saat beraktivitas.

Indikator warna lain adalah oranye merujuk pada kualitas udara yang tidak sehat untuk sebagian orang yang sensitif. Adapun, warna ungu sangat tidak sehat, hitam berbahaya, hijau baik, dan kuning sedang.

Seiring kualitas udara Jakarta yang berada pada indikator merah, masyarakat Jakarta diimbau untuk menggunakan masker, jika berada di luar ruangan, menutup jendela agar terhindar dari udara kotor dari luar, dan menghindari aktivitas olahraga di luar ruangan. Juga disarankan menyalakan penyaring udara di dalam ruangan agar udara yang masuk tidak membahayakan kesehatan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online