Sambil Menangis, Kepala Tim Pencari Kapal Wisata Titanic Ceritakan Kronologi Pencarian Korban

Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari Minggu, 02 Juli 2023 10:27 WIB
Sambil Menangis, Kepala Tim Pencari Kapal Wisata Titanic Ceritakan Kronologi Pencarian Korban

Tim pencari kapal wisata titanic yang menangis/

Harianjogja.com, JAKARTA—Edward Cassano, CEO Pelagic Research Services sebagai tim pencari Kapal Selam Wisata Titanic, menuturkan kronologi pencarian kapal wisata yang menewaskan lima orang tersebut. 

Cassano tampak menahan air mata saat dia menjelaskan operasi tersebut secara mendetail hingga menemukan puing-puing dari kapal di dasar laut.

Dia mengatakan operator Titan, OceanGate, menghubungi mereka pada 18 Juni meminta untuk menggunakan kendaraan yang dioperasikan dari jarak jauh (ROV) Odysseus 6K di laut dalam dan 'segera mulai menyusun tim' pencarian.

BACA JUGA: Penyelidikan Kapal Selam Wisata Titanic: Sebelum Hancur Terjadi Ledakan Dahsyat di Beberapa Titik

Cassano mengatakan mereka mulai menuju ke tempat kejadian keesokan harinya.

Mereka bergabung dengan operasi pencarian besar yang sedang berlangsung dalam waktu 24 jam dan segera meluncurkan ROV, yang memakan waktu 90 menit untuk mencapai dasar Atlantik Utara.

Cassano mengatakan kru kamera butuh satu setengah jam untuk menyelam, mengambil reruntuhan, dan membawanya kembali.

Cassano juga menceritakan penjaga Pantai AS yang memegang komando menghubungi keluarga korban setelah mereka menemukan puing-puing.

"Dari 22 Juni - 27 Juni, kami menggunakan kemampuan kami untuk memindahkan semua objek yang ada," ujarnya dilansir dari Metro.co.uk.

'Tidak lama setelah tiba di dasar laut, kami menemukan puing-puing kapal selam Titan. Tentu saja, kami terus mendokumentasikan situs tersebut, dan pada pukul 12, sayangnya, penyelamatan berubah menjadi pemulihan.’ paparnya.

Berhenti sejenak sambil menahan tangis, dia menambahkan momen tersebut sangat emosional.

"Semuanya berlangsung penuh emosi. Orang-orang lelah.’ tambahnya.

Cassano juga sempat mengungkapkan alasan akhirnya kapal itu meledak, karena mereka mendorongnya melebihi tingkat kedalamannya.

Dan juga menyampaikan saran agar industri dapat belajar dari tragedi tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online