QRIS Tap Belum Bisa Digunakan untuk iPhone, Ini Penjelasannya
Pembayaran menggunakan QRIS Tap ini berlaku sejak 30 Oktober 2025 bagi pengguna Android yang memiliki fitur NFC (Near Field Communication)
Iduladha - Ilustrasi-Freepik
Harianjogja.com, SOLO—Pembahasan mengenai tambahan libur Iduladha 1444 H/2023 M sudah disampaikan oleh Menpan RB Abdullah Azwar Anas kepada Presiden Joko Widodo.
Usulan itu juga ditelah dibahas oleh Menteri lainnya yakni Menko PMK Muhadjir Effendy, Menag Yaqut Cholil Qoumas, dan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor.
BACA JUGA: Jika Iduladha Berbeda, Muhammadiyah Minta Tambahan Libur
“Kemarin sudah kita bahas, kita kaji bareng dalam rapat tingkat menteri di kantornya Pak Pratikno (Menteri Sekretaris Negara). Hasilnya masih menunggu arahan dan kebijakan Bapak Presiden Jokowi,” ujar Menteri Anas di Jakarta.
Meskipun sudah dilakukan sidang isbat pada Minggu (18/6), namun pengumuman tambahan hari libur juga tak kunjung dilakukan.
Sehingga pemerintah hingga saat ini masih menetapkan libur Iduladha 2023 jatuh pada Kamis (29/6/2023) atau hanya satu hari.
Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan bahwa pengumuman libur tambahan Iduladha ini akan diumumkan secara resmi pada hari ini, Senin (19/6).
"Mudah-mudah Senin sudah ada pengumuman. Sekarang tinggal secara teknis untuk diatur oleh eselon I,” jelas Muhadjir dalam keterangan resminya.
Namun hingga kini, pemerintah belum memberikan arahan apapun mengenai keputusan libur tambahan Iduladha 1444 H.
Sebelumnya, PP Muhammadiyah mengusulkan agar libur Iduladha 2023 ini ditetapkan menjadi 2 hari, yakni mulai Rabu (28/6/2023) dan Kamis (29/6/2033).
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa tersebut lahir lantaran adanya perbedaan pelaksanaan Iduladha antara pemerintah dengan Muhammadiyah.
"Jadi liburnya dua hari, yaitu pada 28 dan 29 Juni 2023. Saya kira yang pegawai negeri setuju itu. Ini Usul, Pak Wakil Wali Kota, karena pernah ada warga Muhammadiyah yang menjadi ASN tidak ikut Lebaran [Iduladha] karena harus pergi ke kantor," ucapnya, Jumat (16/6/2023).
Untuk diketahui, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah mengeluarkan maklumat tentang penetapan hari-hari besar Islam, termasuk Hari Raya Iduladha. Penetapan ini tertuang pada maklumat Nomor 1/MLM/I.0/E/2023 tentang hasil hisab Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah 144 hijriah.
Dalam maklumat tersebut dijelaskan bahwa berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah maka ditetapkan tanggal 1 Dzulhijjah 1444 H jatuh pada 19 Juni 2023, sehingga Iduladha yang jatuh pada 10 Dzulhijjah berdasarkan maklumat tersebut akan dirayakan pada 28 Juni 2023.
(Sumber: Bisnis)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Pembayaran menggunakan QRIS Tap ini berlaku sejak 30 Oktober 2025 bagi pengguna Android yang memiliki fitur NFC (Near Field Communication)
Kulonprogo masih aman dari kekeringan di awal kemarau 2026. BPBD siaga droping air bersih diperkirakan mulai Agustus.
Subaru membatalkan mobil listrik internal setelah laba operasional anjlok 90 persen akibat tekanan tarif impor Amerika Serikat.
Veda Ega unggul klasemen Moto3 2026 meski kalah top speed dari Hakim Danish. Duel keduanya makin ketat di lintasan.
Sharenting anak di media sosial berisiko kebocoran data, pelacakan lokasi, hingga pencurian identitas menurut studi Kaspersky dan SIT.
Google meluncurkan Gemini 3.5 Flash di Google I/O 2026. Model AI baru ini lebih cepat, murah, dan fokus mendukung era AI agent.