Rusia Sebut KTT G7 Kegiatan Politis Anti-Rusia dan Anti-China

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Senin, 22 Mei 2023 00:47 WIB
Rusia Sebut KTT G7 Kegiatan Politis Anti-Rusia dan Anti-China

Presiden Rusia Vladimir Putin./Reuters

Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut KTT Kelompok Tujuh (G7) di Hiroshima, Jepang, sebagai kegiatan politis. Alasannya G7 mengeluarkan pernyataan anti-Rusia dan anti-China, serta merusak stabilitas global.

Pernyataan itu dikeluarkan oleh Moskow setelah kelompok negara terkaya di dunia itu mengatakan akan terus mendukung Ukraina, Minggu (21/5/2023).

Dalam unggahan di Telegram, Kemlu Rusia menyatakan bahwa G7 telah "melanggengkan kebusukan" dan bahwa forum tersebut menjadi "inkubator" inisiatif destruktif untuk merusak stabilitas dunia.

BACA JUGA: Bertemu Zelensky di KTT G7, Jokowi Siap Jadi Jembatan Perdamaian Rusia-Ukraina

Pernyataan tersebut menuding G7 mengobarkan "histeria" anti-Rusia dan anti-China.

Rusia dahulu adalah bagian dari G7 --sebelumnya bernama G8-- hingga dikeluarkan dari kelompok itu karena mencaplok Krimea dari Ukraina pada 2014.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menghadiri KTT G7 di Hiroshima itu sebagai tamu undangan dan menggunakan kesempatan itu untuk mendorong negara-negara G7 untuk menjaga pasokan persenjataan dan dukungan diplomatik bagi Ukraina saat berperang dengan Rusia.

BACA JUGA: Jokowi Bertemu PM Kanada Justin Trudeau di KTT G7, Ini yang Dibahas

Moskow menyebut perang itu sebagai "operasi militer khusus".

Dalam pernyataan yang sama Kemlu Rusia menuduh G7 "merayu" negara-negara non-Barat dalam upaya menghambat hubungan mereka dengan Moskow dan Beijing.

Kemlu Rusia meyakini pula bahwa forum itu tidak dapat mewakili kepentingan kawasan Asia Pasifik, Asia Selatan, Timur Tengah, Afrika, atau Amerika Latin.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online