Pemilu 2024 Bisa Dikemas Menjadi Daya Tarik Wisata Jogja

Newswire
Newswire Sabtu, 13 Mei 2023 18:37 WIB
Pemilu 2024 Bisa Dikemas Menjadi Daya Tarik Wisata Jogja

Atraksi budaya mengiringi pendaftaran bakal calon legislatif di halaman Kantor KPU DIY, Jogja, Kamis (11/5/2023) - ANTARA/Luqman Hakim

Harianjogja.com, JOGJA—Momen gelaran Pemilu 2024 bisa dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi daya tarik wisata Jogja. Hal ini disampaikan  Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY.

"Menjadi daya tarik orang luar (wisatawan mancanegara) untuk datang ke Indonesia melihat pemilu di tempat kita yang kita harap aman, tidak ada konflik dan sebagainya," kata Ketua DPD PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono di Jogja, Jumat (12/5/2023).

Menurut Deddy, situasi aman menjadi prasyarat yang harus dipastikan terjaga guna meyakinkan wisatawan mancanegara (wisman) tidak membatalkan kunjungan ke Indonesia.

Hal itu ditekankan Deddy karena sebelumnya ia mengaku mendapat informasi bahwa ada wisman yang menunda perjalanan ke Indonesia hingga Pemilu 2024 usai.

"Ini kan sudah di-warning orang asing takut ke Indonesia karena isu-isu politik kita [dianggap] enggak aman," ujar dia.

BACA JUGA: Gambaran Tol Jogja Solo Ruas Purwomartani-Trihanggo, Sisi Selatan View Kota Jogja dan Utara Merapi

Karena itu, Deddy berpendapat rangkaian pesta demokrasi sejatinya berpeluang menjadi daya tarik wisata apabila dikemas secara khusus dengan memberikan sentuhan budaya.

"Selain aman, kami berharap pemilu ini lebih menarik wisatawan [untuk wisata Jogja] ada atraksi budaya yang dikemas dengan baik oleh peserta pemilu," kata dia.

Deddy mengakui saat libur Lebaran 2023, khususnya H-2 sampai H+4 tingkat hunian atau okupansi hotel di DIY hanya mencapai 50% sampai 60%, menurun jika dibandingkan periode yang sama 2022 yang mencapai 75% sampai 80%.

Meski demikian, pada H+5 Lebaran 2023 okupansi merangkak naik menjadi 80% hingga 30 April 2023. "Tanggal 1 Mei sampai tanggal 4 Mei itu sempat turun jadi 70 persen, tapi tanggal 5 Mei mulai naik lagi menjadi 85 persen," kata dia.

Berdasarkan hasil evaluasi PHRI DIY, ia menuturkan bahwa pola okupansi hotel di DIY (untuk wisata Jogja) cenderung merata seiring dengan terus bertambahnya kamar hotel di provinsi ini. "Ada penyebaran [okupansi] di beberapa kabupaten, karena di Kulonprogo sudah ada hotel baru, di Gunungkidul juga ada dua hotel baru jadi mereka menyebar," kata dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online