Kronologi Ratusan Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Keracunan MBG, Mual Muntah
259 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikmah Sidoarjo dirawat setelah diduga keracunan usai menyantap makanan MBG.
Siswa belajar sambal bermain untuk merangsang pertumbuhan panca indera belum lama ini./ Ist./ Olifant School
Harianjogja.com, JOGJA—Warna mempunyai peran penting dalam membantu tumbuh kembang anak, terutama dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) menurut dr Kurniawan Satria Denta, M.Sc., Sp.A Dokter spesialis anak lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM).
BACA JUGA: Ini Waktu Tidur yang Optimal untuk Tumbuh Kembang Anak
Sebab anak butuh stimulasi mulai dari visual, auditori, aroma, pokoknya multisensori jika ingin berkembang pada 1000 HPK.
“Informasi tersebut butuh dikelola oleh otak untuk memancing sel-sel agar berkembang lebih banyak dan membuat koneksi baru. Peran warna menjadikan stimulasi tadi lebih mudah untuk dikenali," ujar Denta mengutip dari Antara.
Mengenali perbedaan antara satu warna dengan warna lain dapat membantu anak lebih mudah mengidentifikasi bentuk, posisi, lingkungan sekitar, serta nuansa. Tak hanya itu perkembangan penglihatan dapat terstimulasi sebab sel-sel di dalam mata akan bereaksi terhadap warna dan cahaya tersebut.
"Karena ketika bayi lahir, indera itu kan enggak langsung bagus, ya. Jadi mereka harus berkembang di 1000 HPK. Yang bisa bikin berkembang adalah stimulasi tadi dan warna adalah salah satunya," tutur Denta.
Lebih lanjut Denta menyatakan warna turut berperan penting terhadap kesehatan mental anak. Dimana kondisi emosi berkaitan dengan kesehatan mental anak, sementara emosi sikecil dipengaruhi oleh stimulasi yang diterima.
"Ketika stimulasinya tidak berjalan dengan baik, mau stimulasi warna atau stimulasi suara, anak jadi tidak bisa mengekspresikan emosinya dengan baik. Ketika dia tidak bisa mengekspresikan emosi dengan baik karena stimulasi yang kurang tadi, maka dia bisa frustasi," jelas Denta.
Maka dari itu, Denta menganjurkan orang tua untuk memberikan stimulus visual melalui warna, sesuai tahap perkembangan anak dengan memperhatikan preferensi warna anak yang berbeda-beda.
Misalnya saat menstimulasi bayi, hindari menggunakan banyak warna. Sebab warna dibutuhkan bayi hanya untuk membedakan objek dengan baik. Cukup berikan warna-warna jelas seperti merah, putih, biru, atau kuning.
Saat anak mulai dapat bicara dan mengekspresikan kebutuhannya, orang tua dapat mengajak anak berdiskusi warna yang lebih luas lagi. Seperti membiarkan anak memilih warna yang ia mau karena tak jarang anak ingin ikut mewarnai tembok rumah atau kamarnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
259 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikmah Sidoarjo dirawat setelah diduga keracunan usai menyantap makanan MBG.
Dua kelompok disabilitas Kulonprogo mendapat bantuan InJourney Airports berupa fasilitas, pelatihan, dan pemberdayaan untuk menopang kemandirian.
Aldila Sutjiadi dan Erin Routliffe terhenti di perempat final US Open 2026 setelah kalah dari Ashlyn Krueger/Robin Montgomery.
Kondisi 5 gunung api status siaga hari ini, 9 September 2026, dari Anak Krakatau, Lewotobi Laki-laki, Merapi, Semeru hingga Sinabung.
Qasem Basir, rudal Iran yang dilaporkan digunakan menyerang kapal AS di Selat Hormuz, masih menunggu verifikasi independen.
Pakar UMY Rahmawati Husein mendukung optimalisasi PFB untuk memperkuat kesiapsiagaan dan mitigasi risiko bencana di Indonesia.