KPK Sita Aset Rp150 Miliar dalam Kasus Pemerasan WNA
KPK menyita aset Rp150 miliar dalam kasus dugaan pemerasan izin tinggal WNA yang menjerat eks Wamen Imipas Silmy Karim dan 7 tersangka.
Ganjar Pranowo/Bisnis-Akbar
Harianjogja.com, SOLO—Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku kecewa terhadap keputusan FIFA yang membatalkan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Meski menjadi salah satu pihak yang menolak keras kedatangan Timnas Isreal, ia yakin ada hal baik yang akan datang.
“Kecewalah kalau batal [Indonesia jadi tuan rumah Piala Dunia U-20]. Kita sudah menyiapkan sejak awal kok, kan tinggal beberapa catatan saja yang bisa kita lakukan,” kata Ganjar seusai acara Sosialisasi dan Asistensi RB Tematik dan Perubahan Roadmap Reformasi Birokrasi 2020-2024 di Jawa Tengah di Gedung Gradhika Semarang, Kamis (30/3/2023).
BACA JUGA : Indonesia Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20, Instagram Ganjar
Ia pun meminta agar masyarakat sabar dan menunggu apa yang menjadi keputusan dari FIFA dan PSSI mendatang. Pasalnya, dari lima poin yang disampaikan FIFA, poin kelima berupa Presiden FIFA dan Ketua PSSI segera bertemu lagi dinilai bakal menjadi peluang bagi Indonesia terkait keputusan Piala Dunia U-20 mendatang.
“Sampai dengan tadi malam, saya beruntung karena bisa memantau perkembangan yang ada. Tapi saya baru baca dari media dan sampai dengan tadi pagi saya tanya belum ada surat yang masuk dari FIFA ke PSSI. Maka, effort PSSI untuk bisa melobi FIFA menurut saya perlu mendapatkan dukungan kita semua. Dari lima poin kemarin yang disampaikan, masih ada ruang poin kelima dari keputusan FIFA itu untuk peluang adanya cara-cara lain agar kemudian penyelenggaraannya tetap berjalan,” katanya.
BACA JUGA : Batalkan Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20, FIFA Komitmen Bantu
Untuk diketahui, terdapat lima keputusan penting FIFA soal keputusan batalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Di antaranya:
1. FIFA mencabut status tuan rumah Indonesia di Piala Dunia U-20 2023
2. Tanggal Piala Dunia U-20 2023 tidak berubah
3. Indonesia berpotensi dapat sanksi tambahan
4. FIFA tetap berkomitmen membantu transformasi PSSI
5. Presiden FIFA dan Ketua PSSI segera bertemu lagi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
KPK menyita aset Rp150 miliar dalam kasus dugaan pemerasan izin tinggal WNA yang menjerat eks Wamen Imipas Silmy Karim dan 7 tersangka.
Bantul menghapus denda PBB-P2 untuk tunggakan 1994-2025. Wajib pajak cukup membayar pokok hingga 31 Desember 2026.
AS memperingatkan China dan negara lain soal sanksi sekunder jika tetap berbisnis dengan Iran melalui kampanye ekonomi terbaru.
Menkomdigi Meutya Hafid menghormati proses hukum kasus internet tak berizin di Mentawai dan mendorong pendekatan pembinaan.
KPK mendalami pengelolaan keuangan dan pengadaan Dinas PUPR Kota Bengkulu setelah menyita uang Rp4 miliar dari rumah pejabat.
Dua penjaga perdamaian PBB gugur setelah patroli menuju Jonglei, Sudan Selatan, disergap orang bersenjata tak dikenal.