Presiden Korsel Naikkan Bantuan untuk Ukraina menjadi Rp2,25 Triliun
Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol akan meningkatkan bantuan untuk Ukraina menjadi US$150 juta atau setara Rp2,25 triliun
CEO Apple Tim Cook/apple.com
Harianjogja.com, JAKARTA—Produsen iPhone, Apple Inc. diperkirakan tidak perlu melakukan PHK besar-besaran lantaran perseroan telah berhati-hati untuk tidak mempekerjakan banyak orang selama pandemi.
Mengutip Bloomberg, Minggu (12/2/2023), CEO Apple Tim Cook telah menyatakan manajemen menjadi berhati-hati dalam perekrutannya setelah pandemi dan kemunculan tren pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran di perusahaan teknologi papan atas.
Apa yang belum Tim Cook sebutkan adalah Apple juga berhati-hati untuk tidak merekrut secara berlebihan ketika pandemi menjadi lebih buruk.
BACA JUGA : Meta Diam-Diam PHK 12.000 Karyawan Facebook
Menurut riset terbaru dari Bloomberg, jumlah karyawan Apple tumbuh 20 persen antara tahun 2020 dan 2022. Itu sebanding dengan peningkatan 60 persen di Alphabet, perusahaan induk Google, dan hampir 100 persen di Amazon dan Salesforce.
Pertumbuhan jumlah karyawan Apple tersebut tidak mencerminkan pertumbuhan karyawan yang hampir dua kali lipat, tetapi merupakan kenaikan hampir dua kali lipat dari jumlah karyawan baru yang ditambahkan ke tingkat kepegawaian sebelum periode Covid-19.
Sebagai pembanding Meta Platforms Inc. sebagai induk Facebook, menambahkan sekitar 90 persen lebih banyak karyawan daripada sebelumnya, sementara Microsoft menambah lebih dari 50 persen.
Di luar Apple, setiap perusahaan ini kemudian harus memberhentikan ribuan orang. Dalam kasus Amazon, perusahaan memotong 18.000 pekerjaan, sementara Google dan Microsoft memberhentikan lebih dari 10.000 karyawan.
Riset Bloomberg juga memperkirakan bahwa Apple telah menghasilkan lebih banyak pendapatan per karyawan tambahan selama tahun-tahun pandemi.
BACA JUGA : Facebook dan Instagram Lakukan PHK
Dari perusahaan teknologi besar, hanya Apple dan Alphabet yang meningkatkan pendapatan rata-rata per karyawan. Namun, peningkatan Alphabet tidak signifikan secara statistik, di mana Apple meningkatkan pendapatannya lebih dari dua kali lipat per orang.
Apple juga mengurangi staf, tetapi dengan jumlah yang lebih sedikit dari perusahaan lain. Misalnya pada Agustus 2022, ia memberhentikan 100 perekrut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bloomberg
Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol akan meningkatkan bantuan untuk Ukraina menjadi US$150 juta atau setara Rp2,25 triliun
Ghost In The Cell karya Joko Anwar sukses menembus 3 juta penonton di bioskop dan tetap kuat di tengah persaingan film baru Indonesia.
Cara membuat status WhatsApp pakai lagu kini makin mudah lewat fitur musik resmi, Spotify, hingga Instagram Stories. Simak tips agar audio tetap jernih.
Honda mengurangi ambisi kendaraan listrik dan kini fokus besar pada mobil hybrid setelah mengalami kerugian Rp47 triliun akibat proyek EV.
LinkedIn memangkas sekitar 5 persen karyawan global di tengah tren PHK industri teknologi 2026 meski pendapatan perusahaan masih tumbuh positif.
Massimiliano Allegri dikabarkan hengkang dari AC Milan setelah konflik panas dengan Zlatan Ibrahimovic dan performa Rossoneri menurun.