Kasus Langka, Delapan Janin Ditemukan dalam Perut Bayi Usia 21 Hari

Lajeng Padmaratri
Lajeng Padmaratri Selasa, 27 Desember 2022 22:07 WIB
Kasus Langka, Delapan Janin Ditemukan dalam Perut Bayi Usia 21 Hari

Foto Ilustrasi. /Ist-Freepik

Harianjogja.com, RANCHI—Baru-baru ini, publik dikejutkan oleh kasus yang sangat langka. Seorang dokter menemukan ada bayi berusia 21 hari yang membawa delapan janin di perutnya.

Kejadian yang bisa dibilang pertama kali di dunia ini terjadi di distrik Ramgarh, India. Kasus itu disebut sebagai janin-dalam-janin atau fetus-in-fetu (FIF).

Melansir Times of India, bayi itu akhirnya menjalani operasi pada awal November yang berjalan dengan baik. Ahli bedah anak yang melakukan operasi, Imran, mengatakan bahwa ia belum pernah menemukan begitu banyak janin pada bayi baru lahir hingga saat ini.

"Mulanya, setelah kelahiran anak di rumah sakit pada 11 Oktober, orang tua merasakan zat keras di dalam perut bayi. Meski bayinya berperilaku normal, namun orang tua bergegas ke rumah sakit untuk konsultasi," jelasnya.

Diagnosis awal mengungkapkan ada kista atau zat mirip tumor di bawah dada bayi. Dokter pun segera melakukan operasi. Rupanya, yang ditemukan justru lebih mengejutkan, yaitu delapan janin.

"Saat mengangkat tumor, saya merasakan janin seperti kepala dan mengeluarkannya. Tapi di baliknya, ada rangkaian tujuh janin. Semuanya diangkat," imbuhnya.

FIF adalah kondisi medis langka yang didefinisikan sebagai adanya janin dari salah satu dari dua kembar di dalam tubuh yang lain. Namun, kasus penemuan delapan janin ini disebut sebagai sesuatu yang belum pernah dilaporkan sebelumnya.

Kini, anak itu masih dipantau dalam pemeriksaan berkala. Namun, dokter tidak menemukan komplikasi lanjutan, sehingga bayi itu bisa menjalani kehidupan normal.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Times of India

Share

Lajeng Padmaratri
Lajeng Padmaratri Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online