Penyerapan Tenaga Kerja Kuartal II Memburuk, Industri Belum Pulih
Penyerapan tenaga kerja pada kuartal II/2026 memburuk meski dunia usaha tumbuh. Bank Indonesia memperkirakan kondisi mulai membaik pada kuartal III/2026.
Polisi menutup akses ruas Jalan Astanaanyar, Rabu (7/12/2022) pagi./JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA — Pengamat terorisme dari The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA), Harits Abu Ulya menduga motif pelaku bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar Bandung karena dendam pribadi.
Harits menilai, kejadian bom bunuh diri di Bandung berkaitan dengan penangkapan oleh Densus 88 dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) beberapa waktu belakangan.
“Sehingga ada satu atau dua orang melakukan aksi secara personal, atau 'serigala kesepian' itu. Motifnya tidak besar, tidak jauh dari persoalan dendam pada mereka, terhadap tindakan para aparat,” jelas Harits, Rabu (7/12/2022).
BACA JUGA: Soal Bom Bunuh Diri Bandung, Polisi: Jangan Terlalu Percaya Informasi di Sosmed
Dia juga menilai bom bunuh diri itu tidak berkaitan dengan Natal atau Tahun Baru (Nataru), pasalnya masih momen itu cenderung masih cukup lama. Selain itu, kejadian terorisme pada momen Natal dan Tahun Baru beberapa tahun terakhir juga tak ada.
Meski tersebar kabar bahwa ditemukan selebaran terkait penolakan RKUHP yang baru disahkan pada Selasa (6/12/2022), tetapi Harits menduga itu hanya sebuah pengalihan.
“Karena dari sekian momentum, itu gak menemukan cantolan dari aksi itu. Jadi saya katakan, itu tidak populer. Indonesia sedang berduka, banyak bencana kok. Kemudian isu internasional di Indonesia tentang G20. Kenapa enggak ambil itu untuk cantolan?” ujarnya.
Oleh sebab itu, Harists menduga kejadian tersebut hanya tindakan nekat pribadi. Bahkan, menurutnya, ini bukan hanya karena indoktrinisasi, tetapi bisa juga masalah sosial. “Jadi tidak hanya pemahaman radikal, tidak, karena faktor ekonomi, pekerjaan, dan sebagainya. Jadi banyak hal lah,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Penyerapan tenaga kerja pada kuartal II/2026 memburuk meski dunia usaha tumbuh. Bank Indonesia memperkirakan kondisi mulai membaik pada kuartal III/2026.
Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra berduka atas kecelakaan yang menewaskan empat suporter saat perjalanan menuju Surabaya.
The Manohara Hotel Yogyakarta menghadirkan Steak & Dimsum Dinner setiap Jumat dan Sabtu dengan promo Buy 1 Get 1 Free seharga Rp299.000 nett.
Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, anggaran pendidikan, perlindungan sosial, kesehatan, dan pertahanan mencatat sejumlah rekor.
Program Padat Karya di 10 lokasi Kota Jogja menyerap Rp2,4 miliar APBD 2026. Pemkot berharap anggaran tahun depan tidak dipangkas.
Keluarga Bharatu Laurentius Valdo meminta kasus penembakan di Pondok Cabe diusut tuntas karena menduga pelaku lebih dari satu orang.