Kasus Fraud Digital Melonjak, AI Jadi Andalan Industri Keuangan
Kasus fraud digital meningkat seiring lonjakan transaksi. Industri keuangan mengandalkan AI untuk mendeteksi penipuan lebih cepat dan akurat.
Sejumlah pengemudi ojek daring menunggu penumpang di Jakarta, Rabu (12/2/2020). Bisnis/Arief Hermawan P
Harianjogja.com, JAKARTA – Pekerjaan pengemudi ojek online (ojol) ternyata tak dilakukan oleh kalangan pengangguran. Ternyata, ada banyak driver ojol yang memiliki pekerjaan utama sebagai PNS, pegawai BUMN atau karyawan swasta.
Hal ini membuat Ketua MTI Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Djoko Setijowarno menilai ada anggapan pemerintah yang keliru selama ini, bahwa bisnis transportasi daring telah membuka lapangan pekerjaan baru.
Namun, hasil survei Balitbang Kementerian Perhubungan 2019, menyebutkan pekerjaan sebelum menjadi pengemudi ojek daring tanpa pekerjaan (pengangguran) adalah 18%.
BACA JUGA: Ada Teknologi Baru Bakal Gantikan HP, Apa Itu?
Di sisi lain, berdasarkan Survei Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) 2022, sebanyak 81,31% responden menjadikan ojol sebagai pekerjaan utama, sedangkan 18,69% sebagai pekerjaan sampingan.
Dari 81,31% responden yang menjadikan ojol sebagai pekerjaan utama, sebelumnya mereka menjalani pekerjaan sebagai wiraswasta sebesar 36,12% dan pegawai BUMN dan swasta 34,3%.
Sementara itu, yang sebelumnya pengangguran sebesar 16,09%, disusul pelajar/mahasiwa sebesar 5,42%, ibu rumah tangga 0,82%, dan lainnya 17,24%.
Sementara itu, sisanya sebanyak 18,69% yang menjadikan ojol sebagai pekerjaan sampingan ternyata memiliki pekerjaan utama sebagai PNS hingga pegawai BUMN atau pegawai swasta.
Berdasarkan survei, sebanyak 32,14% driver ojol memiliki pekerjaan utama sebagai pegawai BUMN/swasta, wiraswasta 29,29%, lainnya 22,4%, PNS 7,86%, pelajar/mahasiswa 7,86% dan sisanya 0,71% ialah ibu rumah tangga.
Adapun, persentase driver ojol yang sebelumnya pengangguran di tahun ini lebih rendah dibandingkan survei 2019. Saat itu, ada 18 persen responden pengangguran yang menjadikan driver ojol sebagai pekerjaan utama.
Selebihnya, masih didominasi oleh wiraswasta adalah 44%, pegawai BUMN/swasta adalah 31%, pelajar/mahasiswa 6%, dan ibu rumah tangga 1%.
Pengemudi ojol pun masih didominasi oleh jenis kelamin pria yaitu 81 persen yang mayoritas berusia terbanyak 20-30 tahun atau sebesar 40,63%. Lama bergabung menjadi pengemudi ojek online terbanyak kurang dari setahun yakni sebesar 9,38%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Kasus fraud digital meningkat seiring lonjakan transaksi. Industri keuangan mengandalkan AI untuk mendeteksi penipuan lebih cepat dan akurat.
Discord mulai menerapkan verifikasi usia global. Lebih dari 90% pengguna tak perlu unggah ID, tetapi sejumlah fitur akan dibatasi.
Italia menang 4-1 atas Turki di UEFA Nations League. Pio Esposito mencetak gol sekaligus mengukir catatan sejarah bersama Azzurri.
29 September 2026 diperingati sebagai Hari Sarjana Nasional, Hari Jantung Sedunia, hingga Save the Koala Day. Simak enam momen pentingnya.
Prakiraan cuaca DIY Selasa, 29 September 2026: mayoritas cerah berawan, suhu 22–34°C, kelembapan 44–98 persen. Cek rincian per kecamatan.
Pemkab Kulonprogo merotasi sejumlah pejabat dan mengisi jabatan kosong dengan mengoptimalkan manajemen talent pool ASN.