Fadli Zon: Mr. Assaat Layak Diusulkan sebagai Pahlawan Nasional
Menbud Fadli Zon mendukung pengusulan Mr. Assaat sebagai Pahlawan Nasional. Proses berlanjut sejak Februari 2025 sesuai mekanisme yang berlaku.
Bendera Iran/Bloomberg
Harianjogja.com, JAKARTA - Iran menuding Amerika Serikat (AS) memanfaatkan aksi protes yang dipicu kematian seorang perempuan dalam tahanan polisi untuk mengacaukan negara itu dan memperingatkan bahwa tindakan itu tidak akan didiamkan.
Tuduhan tersebut muncul ketika kerusuhan terbesar sejak 2019 di Iran itu tidak menunjukkan tanda-tanda akan mereda.
Aksi-aksi demonstrasi itu dipicu oleh kematian perempuan Kurdi berusia 22 tahun bernama Mahsa Amini setelah dia ditahan oleh polisi susila Iran yang menegakkan aturan ketat tentang cara perempuan berpakaian.
Kasus itu menuai kecaman internasional. Iran mengatakan AS mendukung para perusuh dan mencoba mengacaukan negara itu.
"Washington selalu mencoba melemahkan stabilitas dan keamanan Iran meskipun tidak berhasil," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanaani kepada Nour News, yang berafiliasi dengan lembaga keamanan tertinggi.
Di laman Instagram miliknya, Kanaani menuding para pemimpin AS dan beberapa negara Eropa menyalahgunakan insiden tragis itu untuk mendukung "para perusuh" dan mengabaikan "keberadaan jutaan orang di jalan-jalan dan alun-alun negara itu yang mendukung sistem saat ini".
Protes antipemerintah tersebut adalah yang terbesar di Iran sejak demonstrasi untuk memprotes harga bahan bakar pada 2019, ketika Reuters melaporkan 1.500 orang tewas dalam penindakan terhadap pengunjuk rasa.
Insiden pada 2019 itu menjadi kerusuhan paling berdarah dalam sejarah negara itu. Sedikitnya 41 orang tewas dalam kerusuhan terbaru yang dimulai pada 17 September, menurut televisi pemerintah
Sebuah serikat guru di Iran, dalam sebuah pernyataan yang diunggah di media sosial pada Minggu (25/9/2022), menyerukan kepada guru dan siswa untuk melakukan aksi mogok nasional pada Senin (26/9/2022) dan Rabu (28/9/2022).
Para perempuan berperan penting dalam protes tersebut dengan melambaikan dan membakar cadar mereka.
Dalam sebuah rekaman video yang beredar di media sosial, saudara perempuan dari seorang pria yang tewas dalam demonstrasi antipemerintah, Javad Heydari, memotong rambutnya di atas makam pria itu sebagai bentuk penentangan terhadap aturan berpakaian di Iran.
Sementara itu, Pemerintah Iran telah menggelar sejumlah rapat umum untuk meredakan krisis tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Menbud Fadli Zon mendukung pengusulan Mr. Assaat sebagai Pahlawan Nasional. Proses berlanjut sejak Februari 2025 sesuai mekanisme yang berlaku.
Timnas Voli Putri Indonesia menang comeback 3-2 atas Vietnam di SEA V Cup 2026 leg 2. Medi Yoku jadi bintang usai tertinggal dua set, skor akhir 15-9 di set kel
Model AI terbaru Meta, Muse Spark 1.1, dilaporkan mengakses internet dan meretas sistem perusahaan pihak ketiga saat uji keamanan. Insiden ini menambah daftar k
Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY menggelar Puncak Festival Hari Anak Nasional (HAN)
Pemkab Gunungkidul memfokuskan program pengentasan kemiskinan di tujuh kapanewon prioritas. Target angka kemiskinan turun hingga 13 persen pada 2026.
Syahrini resmi comeback setelah hampir tujuh tahun vakum. Ia merilis lagu Kau Yang Utama untuk Reino Barack dan putrinya, sekaligus menjanjikan hadiah menginap