Dolar Perkasa, Reksa Dana Valas Jadi Primadona Baru Investor
Dana kelolaan reksa dana dolar melonjak 96,8% jadi US$3,16 miliar. Ini faktor pendorong dan prospek investasinya ke depan.
Mantan Wakil Menteri PUPR periode 2009-2014, Achmad Hermanto Dardak, meninggal dalam kecelakaan lalu lintas di Tol Pemalang Jawa Tengah pada Sabtu (20/8/2022) pagi./wikipedia
Harianjogja.com, JAKARTA -- Menteri Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basoeki Hadimoeljono mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Hermanto Dardak. Mendiang Hermanto Dardak pernah menjabat Wakil Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) periode 2009-2014.
Hermanto Dardak meninggal dunia pada usia 65 tahun, setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Tol Pemalang-Batang KM 341+400 B, Sabtu (20/8) pukul 03.25 WIB.
"Segenap pimpinan dan pegawai Kementerian PUPR menyampaikan turut berduka cita yang mendalam atas berpulangnya salah satu putra terbaik bangsa Indonesia yang berjasa besar dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia," ujarnya melalui keterangan resmi, Sabtu (20/8/2022).
Hermanto Dardak lahir di Trenggalek 9 Januari 1957. Beliau menamatkan pendidikan Sarjana Teknik Sipil dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1980. Kemudian melanjutkan studi magister di The University of New South Wales pada 1985 dan studi doktoral di universitas yang sama pada 1990.
Setelah menamatkan pendidikan S1, Hermanto Dardak bergabung di Direktorat Jenderal Bina Marga Departemen PU pada 1982. Dia kemudian dipercaya memegang sejumlah jabatan, di antaranya yakni Kepala Biro Kerjasama Luar Negeri (1995-1998), Kepala Biro Perencanaan Sekretaris Jenderal (1998-1999), Kepala Pusat Kajian Kebijakan (2002-2003), Direktur Jenderal Penataan Ruang Departemen PU (2005-2007), Direktur Jenderal Bina Marga (2007-2009), Wakil Menteri Pekerjaan Umum (2009-2014) dan Kepala BPIW Kementerian PUPR (2015-2016). Setelah itu, Hermanto aktif mengabdi sebagai Widyaiswara Utama di Kementerian PUPR hingga saat ini.
BACA JUGA: Terjaring OTT KPK, Rektor Universitas Negeri di Lampung Ditangkap
Di samping itu, Hermanto juga aktif berorganisasi salah satunya dalam Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Beliau sempat menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat PII Periode 2015-2018. Sosoknya turut berperan aktif dalam dunia pendidikan, beliau menjabat sebagai Kaprodi S2 Rekayasa Infrastruktur dan Lingkungan Fakultas Teknik, Universitas Pancasila.
Berkat sumbangsihnya dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia, Hermanto mendapat Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Utama yang diberikan oleh Presiden ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono pada 2014. Hermanto juga tercatat sebagai orang Indonesia pertama yang mendapat penghargaan "International Road Federation (IRF) Professional of The Year 2014". Penghargaan ini diberikan kepada figur terkemuka, profesional di sektor swasta dan pendidikan yang memiliki track record luar biasa, berdasarkan kepemimpinan dan komitmen untuk industri transportasi jalan.
"Selamat jalan Bapak Hermanto Dardak, bakti dan teladanmu akan kami kenang dan jadikan semangat dalam bekerja demi membangun negeri," imbuh Basoeki.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Dana kelolaan reksa dana dolar melonjak 96,8% jadi US$3,16 miliar. Ini faktor pendorong dan prospek investasinya ke depan.
Harga cabai merah besar di tingkat petani Bantul anjlok menjadi Rp8.000 per kilogram akibat pasokan melimpah saat panen bersamaan.
Bobot TKA dalam SNBP 2027/2028 berpeluang meningkat setelah evaluasi pelaksanaan TKA 2026 dan pembahasan MRPTNI.
Seto Nurdiantoro dipercaya menjadi Direktur PSS Muda Akademi untuk memperkuat pembinaan dan mencetak talenta baru bagi PSS Sleman.
Bencana Nepal-China menewaskan 1.130 orang. Pakar mengingatkan risiko pembangunan bendungan besar di kawasan pegunungan Himalaya.
Sebanyak 75 ribu orang mengikuti seleksi petugas haji 2026. Dari jumlah itu, kurang dari 1.000 orang akan diterima sebagai PPIH.