Kolaborasikan Identitas 3 Kabupaten Sekaligus, BOB Luncurkan Tari Soledo Gelangprojo

Nina Atmasari
Nina Atmasari Senin, 15 Agustus 2022 20:49 WIB
Kolaborasikan Identitas 3 Kabupaten Sekaligus, BOB Luncurkan Tari Soledo Gelangprojo

Tari Soledo Gelangprojo ditampilkan di Marga Utama Candi Borobudur, Senin (15/8/2022) malam./Harian Jogja-Nina Atmasari

Harianjogja.com, MAGELANG — Badan Otorita Borobudur (BOB) meluncurkan Tari Soledo Gelangprojo. Tarian ini merupakan tari kolaborasi dengan menggabungkan identitas tiga kabupaten sekaligus, yakni Kabupaten Magelang, Kulonprogo dan Purworejo. Peluncuran tarian ini dilakukan di Marga Utama Candi Borobudur, Senin (15/8/2022) malam.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno dalam sambutannya mengapresiasi diluncurkannya Tari Soledo Gelangprojo. "Penciptaan karya seni pertunjukan yang merupakan bagian dari simbol pemersatu dan kekompakan tiga kabupaten ini sejalan dengan strategi yang saya ciptakan yaitu geber [gerak bersama], gercep [gerak cepat], dan gaspol [garap potensi] sehingga berdampak positif dalam meningkatkan atraksi dan daya tarik wisata di Destinasi Superprioritas Borobudur," katanya yang disampaikan secara virtual, Senin.

BACA JUGA: Fakta-Fakta tentang Wanita Pencuri Cokelat yang Paksa Pegawai Alfamart Minta Maaf

Direktur BOB, Indah Juanita mengungkapkan tujuan lahirnya kolaborasi tari ini selain untuk mempromosikan atraksi budaya yang ada di kawasan Pegunungan Menoreh, juga sebagai upaya menggeliatkan seni budaya sebagai pemersatu dan kekompakan tiga daerah di dua provinsi.

"Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan dapat meningkatkan atraksi di Destinasi Superprioritas Borobudur. Sehingga nilai-nilai budaya tetap terjaga dan sebagai salah satu unsur penguatan daya tarik wisata," katanya.

Tarian tersebut merupakan kolaborasi Tari Soreng (Kabupaten Magelang, Jawa Tengah), Lengger Tapeng (Kulonprogo, DIY), dan Dolalak (Purworejo, Jawa Tengah). Adapun nama Gelangprojo merupakan gabungan dari kata Magelang, Kulonprogo dan Purworejo.

 Tarian ini melibatkan 108 penari dan 48 pengrawit (pemain gamelan) dari tiga daerah tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online