Dua Pemuda Sukoharjo Dibekuk Usai Rampas Ponsel di Sragen
Dua pemuda dibekuk aparat Polsek Sambungmacan bersama Unit Resmob Satreskrim Polres Sragen, Kamis (8/9/2022) sore.
Ilustrasi vaksinasi PMK / Ist
Harianjogja.com, SRAGEN — Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Sragen akan menyuntikkan sebanyak 5.000 dosis vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK), Rabu (27/7/2022).
Penyuntikan vaksin itu dilakukan secara serentak untuk ribuan ekor sapi di wilayah eks Kawedanan Gesi, serta di Desa Jono dan Desa Kecik, Kecamatan Tanon. Penyuntikan melibatkan 79 orang vaksinator dari Disnakkan Sragen dan sukarelawan.
Kepala Disnakkan Sragen, Rina Wijaya, mengatakan Desa Jono dan Desa Kecil awalnya tak masuk wilayah sasaran. Namun, karena sapi di desa-desa lain di Kecamatan Tanon sudah divaksin pada tahap pertama, maka dua desa itu pun diikutkan dalam vaksinasi tahap ini.
Dia mengatakan vaksinasi ini difokuskan untuk sapi di eks Kawedanan Gesi yang meliputi lima kecamatan yakni Jenar, Tangen, Gesi, Sukodono, dan Mondokan.
“Kami melibatkan 51 vaksinator dari Disnakkan dan 27 vaksinator dari sukarelawan instansi terkait, seperti PMI, TNI, Polri, BPBD [Badan Penanggulangan Bencana Daerah], dan Yatim Mandiri. Sebanyak sukarelawan vaksinator itu sudah dilatih terlebih dulu tentang teknik penyuntikan sapi,” jelas Rina, Selasa (26/7/2022).
Ia menjelaskan saat 5.000 dosis vaksin ini tersuntikan semua, persentase ternak yang sudah divaksin masih kecil mengingat populasi sapi di Sragen mencapai 77.000-an ekor. Disnakkan sendiri sebenarnya mendapatkan 35.000 dosis vaksin PMK dari Pemprov Jateng. Namun baru diambil 5.000 karena ketiadaan tempat penyimpanan.
Setelah 5.000 dosis tersuntikan semua, kata Rina, Disnakkan akan kembali mengambil vaksin ke Provinsi Jateng untuk vaksinasi berikutnya.
Sementara itu, Kabid Kesehatan Hewan Disnakan Sragen, drh. Toto Sukarno, menyampaikan perkembangan kasus PMK di Sragen masih menunjukkan peningkatan kasus baru pada setiap hari. Toto menyebut kasus baru PMK di Sragen per Selasa sore sebanyak 15 kasus.
Dengan tambahan kasus baru itu kini ada 344 kasus aktif PMK di Sragen. Sementara sapi yang dinyatakan sembuh juga meningkat. Total sapi yang sembuh sebanyak 933 ekor. Sementara sapi yang mati sebanyak 66 ekor dengan 54 ekor di antaranya disembelih.
“Dari 20 kecamatan di Sragen, hanya ada tiga kecamatan yang masuk zona hijau PMK, yakni Miri, Sragen, dan Jenar. Kasus aktif tertinggi berada di Sukodono dengan 64 ekor dan disusul Sumberlawang dengan 53 kasus, kemudian Gesi sebanyak 48 ekor dan Mondokan 47 ekor. Kecamatan lainnya dibawah 20 orang kecuali Sidoharjo dengan 40 kasus,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua pemuda dibekuk aparat Polsek Sambungmacan bersama Unit Resmob Satreskrim Polres Sragen, Kamis (8/9/2022) sore.
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Prabowo menyebut 1.061 Koperasi Merah Putih berhasil dioperasikan dalam tujuh bulan untuk memperkuat ekonomi desa.
BPBD Temanggung memetakan 12 kecamatan rawan kekeringan pada musim kemarau 2026 dan menyiapkan distribusi air bersih.