Jejak Romusha Pekanbaru Dikenang, Keluarga Korban dari Belanda Datang
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Para pendaki Gunung Lawu. Mendaki gunung butuh tips tertentu agar aman./Harian Jogja-M136-Daffa Firdaus Najati
Harianjogja.com, SOLO-Pengalaman horor dialami Aldi ketika salah satu rekannya bernama Boy mendaki Gunung Lawu. Boy buang air kecil atau pipis sembarangan di tempat keramat Gunung Lawu. Hal tersebut diceritakan Aldi di kanal Youtube Prasodjo Muhammad pada 9 Juli 2022 lalu.
Dilansir dari Solopos-jaringan Harianjogja.com, awalnya, Aldi yang berasal dari Jakarta hanya mendaki bersama satu rekannya bernama Bagol. Mereka mendaki Gunung Lawu lewat jalur Cemoro Sewu karena dianggap lebih cepat.
Perjalanan mendaki ke Gunung Lawu yang dialami Bagol dan Aldi ini cukup menyeramkan. Di pos II mereka melihat seorang nenek tua yang terus melihati Bagol dan di pos III, Bagol pun kesurupan.
Kemudian, di pos V, Aldi bertemu dengan rombongan dari Jawa Timur yang terdiri dari tiga orang, yakni Boy, Amin, Fernando, dan Dika. Aldi dan Bagol pun memutuskan untuk mendirikan tenda di area tersebut bersama teman barunya tersebut. Saat malam hari tiba, Boy ternyata buang air kecil di Sendang Drajat, tempat keramat yang ada di Gunung Lawu.
Baca juga: Pendaki Gunung Lawu Dilarang Pakai Pakaian Bermotif Mrutu Sewu, Ini Penjelasannya
“Setelah itu, Boy keluar dari sumur [di Sendang Drajat] kayak robot dengan tangan bersedekap. Ditanya apapun diam saja. Tangannya keras terus kayak mayat, pucat, selaput matanya hitam,” ungkap Aldi menceritakan sosok Boy yang kencing di tempat keramat.
Posisi Boy tetap sama, tangan bersedekap, diam saja seperti mayat. Kejadian ini membuat Aldi dan teman-temannya bingung. Akhirnya, Aldi memutuskan agar Boy turun dengan ditandu. “Boy itu badannya lemas, buat jalan tidak bisa. Akhirnya kami tandu. Fernando dan Dika yang nandu Boy sampai basecamp,” terang Aldi.
Sementara itu, Aldi, Bagol, dan Amin turun bersama. Namun, saat perjalanan turun dari pos V, perjalanan yang dirasakan Aldi sangat lama dan berbeda. Bahkan, di perjalanan ia dan Amin melihat sosok makhluk halus bergentayangan. Dia juga melihat kaki Bagol dipegangi oleh dua anak kecil yang wujudnya sangat hitam.
Meminta Bantuan
Setibanya di basecamp, Aldi merasa lega. Tetapi, dia melihat kondisi Boy tidak berubah, yang masih seperti mayat. Namun, karena kecapekan dan tiba di basecamp sudah larut malam, Aldi dan teman-temannya memutuskan istirahat. Saat pukul 03.00 WIB, Bagol dan Boy kesurupan. Hal ini membuat Aldi dan teman-temannya ketakutan.
Akhirnya, Aldi memberanikan diri meminta bantuan kepada penjaga basecamp. Saat mengetahui ada dua orang kesurupan, penjaga basecamp yang terdiri dari dua orang bapak-bapak itu terkejut. Mereka bertanya kepada Aldi apa yang Boy dan Bagol lakukan saat mendaki Gunung Lawu.
Aldi bercerita semuanya, mulai dari Boy yang kencing sembarangan di tempat keramat Gunung Lawu, yakni Sendang Drajat hingga Bagol yang mempunyai pegangan ilmu kebal. Penjaga basecamp terkejut dengan kelakuan Boy dan Bagol tersebut.
Tidak lama kemudian, Bagol berhasil disadarkan dan dia meminta maaf karena membawa ilmu kebalnya hingga Gunung Lawu. Namun, kondisi Boy masih tetap sama hingga subuh tiba.
Penjaga basecamp Gunung Lawu meminta Aldi dan teman-temannya memandikan Boy dengan mengucapkan Allahu Akbar. Setelah mereka semua telah menyiram Boy, gantian penjaga basecamp yang memandikan Boy dengan bacaan-bacaan khusus. Akhirnya, Boy jatuh tengkurap dan beberapa saat kemudian sadar.
Setelah sadar, Boy pun mengakui kesalahannya telah kencing di tempat keramat Gunung Lawu. Dia meminta maaf sembari menangis kepada para penjaga basecamp Gunung Lawu. Sebagai sanksinya, pihak basecamp mencatat nama Boy dan melarangnya untuk mendaki Gunung Lawu di kemudian hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.
Gempa M6,3 guncang Jepang timur laut. Shinkansen dihentikan, Miyagi terdampak, namun PLTN Fukushima dilaporkan aman.