Luar Biasa! RI Kantongi Pajak Digital dari Google Cs Sebesar Rp23 Triliun Lebih
Hingga 31 Maret 2024, DJP Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan pajak dari sektor usaha ekonomi digital mencapai Rp23,04 triliun.
Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati dalam acara Launching Simbara dan Penandatanganan MoU Sistem Informasi Terintegrasi dari Kegiatan Usaha Hulu Migas yang diadakan secara virtual, Selasa (8/3/2022)/Bisnis-Ni Luh Angela
Harianjogja.com, JAKARTA — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa pembiayaan utang hingga akhir 2022 diperkirakan hanya akan mencapai Rp757,6 triliun.
Pembiayaan utang tersebut turun drastis jika dibandingkan dengan target APBN Tahun Anggaran yang sebesar Rp973,6 triliun.
Proyeksi ini juga lebih rendah jika dibandingkan dengan target pemerintah dalam Perpres 98/2022 yang ditetapkan sebesar Rp943,7 triliun.
“Ini Rp216 triliun lebih rendah dari Perpres 982022. Dari perpres yaitu penurunannya sangat tajam, 22 persen,” katanya dalam rapat kerja bersama dengan Badan Anggaran DPR RI, Jumat (1/7/2022).
Penurunan target pembiayaan tersebut sejalan dengan perkiraan defisit APBN yang dapat ditekan hingga ke level 3,92 persen dari PDB.
Bahkan, realisasi APBN pada semester I/2022 tercatat mengalami surplus sebesar Rp73,6 triliun atau mencapai 0,39 persen dari PDB.
Realisasi pendapatan negara pada semester I/2022 tercatat mencapai Rp1.317,2 triliun atau mencapai 58,1 persen dari target Perpres 98/2022, atau tumbuh sebesar 48,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Di sisi lain, realisasi belanja negara tercatat telah mencapai Rp1.243,6 triliun atau 40,0 persen dari target Perpres 98/2022, atau tumbuh 6,3 persen dibandingkan tahun lalu.
BACA JUGA: Wajib Jilbab di Sekolah Diganti Diimbau, Pegiat Pendidikan: Sama Saja Mewajibkan secara Halus
Pada semester I/2022 pun, Sri Mulyani mengatakan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) yang diterbitkan pemerintah mencapai Rp182,4 triliun, turun 60,7 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
“Defisit dan keseimbangna primer terlhat disini, defisit malah positif dan dari sisi keseimbangan primer positif Rp259,7 triliun. Ini positif dari keseimbangna primer yang sangat besar dan pertama kali dalam 4 tahun terakhir,” jelasnya.
Hingga akhir tahun, pemerintah memproyeksikan pendapatan negara akan mencapai Rp2.436,9 triliun dengan penerimaan pajak mencapai Rp1.608,1 triliun. Sejalan dengan itu, belanja negara hingga akhir tahun diperkirakan mencapai Rp3.169,1 triliun.
“Kami berharap dengan kondisi cost of fund yang semakin tinggi, penurunan penerbitan utang akan memposisikan Indonesia dalam posisi yang jauh lebih aman dan baik,” jelas Sri Mulyani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Hingga 31 Maret 2024, DJP Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan pajak dari sektor usaha ekonomi digital mencapai Rp23,04 triliun.
Imigrasi memperketat pengawasan WNA di Bantul lewat APOA. Hotel, homestay, dan vila diwajibkan melaporkan tamu asing secara berkala.
Hanung Bramantyo mengadaptasi Children of Heaven berlatar SD Muhammadiyah dengan pesan kuat tentang pendidikan karakter anak.
KPAID Kota Jogja mendorong penerapan pasal lebih berat dalam kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha
Pemerintah memangkas anggaran MBG 2026 menjadi Rp268 triliun demi efisiensi program Makan Bergizi Gratis.
DPRD DIY memastikan tidak ada kebijakan pemutusan kerja terhadap tenaga pendidik non-aparatur sipil negara tersebut di Daerah Istimewa Yogyakarta