Pegawai Pajak Terjerat OTT, DJP Janji Perbaiki Pengawasan
DJP Kemenkeu minta maaf usai tiga pegawai pajak ditetapkan tersangka OTT KPK. Kasus dugaan suap pajak KPP Madya Jakarta Utara disorot.
Penumpang kereta api tiba di Stasiun Pasar Senen, Jakarta pada puncak arus balik Lebaran 2022, Minggu 8 Mei 2022 / BISNIS - Pernita Hestin Untari
Harianjogja.com, JAKARTA – Selama masa angkutan Lebaran 2022, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menolak keberangkatan 707 pelanggan akibat kondisi medis.
KAI menyebut pelanggan yang tidak melengkapi persyaratan ditolak untuk berangkat dan dipersilakan untuk membatalkan tiketnya.
Sesuai dengan aturan persyaratan perjalanan, calon penumpang harus sudah divaksin dosis ketiga (booster), atau dinyatakan negatif Covid-19 dari tes rapid antigen atau RT-PCR.
Selama periode Angkutan Lebaran KAI yakni H-10 sampai dengan H+10 Lebaran, atau 22 April sampai dengan 13 Mei 2022, sebanyak 707 pelanggan ditolak keberangkatannya karena belum divaksin, sakit, dan reaktif.
"KAI berkomitmen untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan di masa Angkutan Lebaran ini guna mewujudkan mudik aman dan sehat," tegas VP Public Relations KAI Joni Martinus, Selasa (10/5/2022).
Saat ini, aturan naik kereta api masih menyesuiakan dengan Surat Edaran (SE) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) No.39/2022 dan No.49/2022, yang telah diterapkan sejak 20 April 2022.
Pelanggan KAI wajib memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, menghindari makan bersama, dan menggunakan hand sanitizer.
Pelanggan juga harus dalam kondisi sehat (tidak menderita flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare, dan demam), dan suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat Celsius.
Sementara itu, volume pelanggan Kereta Api Jarak Jauh untuk keberangkatan kemarin, Senin (9/5/2022), atau H+6 Lebaran tercatat sebanyak 127.480 pelanggan dengan okupansi 100%.
Untuk keberangkatan hari ini, Selasa (10/5/2022) per pukul 07.00 WIB, sebanyak 96.272 pelanggan tercatat menggunakan layanan KAI dengan okupansi 77%.
Sampai dengan masa angkutan Lebaran hari ini atau H+7, KAI telah menjual 2,42 juta tiket KA Jarak Jauh atau 90% dari total tiket yang disediakan.
Lalu, sampai dengan periode keberangkatan H+6 Lebaran kemarin, KAI telah melayani 2,12 juta pelanggan atau rata-rata 118.003 pelanggan per hari, dengan rata-rata okupansi sebesar 96%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
DJP Kemenkeu minta maaf usai tiga pegawai pajak ditetapkan tersangka OTT KPK. Kasus dugaan suap pajak KPP Madya Jakarta Utara disorot.
Israel kembali menyerang armada bantuan Gaza di laut internasional. Puluhan kapal disita dan ratusan aktivis ditahan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.