Rekso Waris DIY, Santunan BPJamsostek Disulap Jadi Modal Usaha
BPJS Ketenagakerjaan DIY dorong ahli waris mandiri lewat Rekso Waris dan pelatihan bisnis online Shopee.
Pengasuh Ponpes Tahfidz Darul A'shom Abu Kahfi saat menerima bantuan biaya operasional pendidikan dari Ketua MBCY Adi Setiabudi, Jumat (22/4/2022) petang./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN- Ponpes Tahfidz Tunarungu Darul A\'shom di Kayen C11 Condong Catur, Depok, Sleman mendapatkan bantuan operasional pendidikan dari Komunitas Motor Besar Club (MBC) Indonesia Chapter Yogyakarta (MBCY).
Pemberian bantuan dana tersebut disampaikan di sela-sela kegiatan buka bersama antara para members dengan santri-santri Rumah Tahfidz Tunarungu, Jumat (22/4/2022) petang. "Ini bentuk bakti sosial yang kami gelar. Meskipun kondisi ekonomi masih kembang kempis, namun kami masih bisa menyisihkan sebagian untuk bantuan kepada rumah tahfidz santri tuna rungu ini," kata Ketua MBCY Adi Setiabudi.
Jumlah donasi yang diberikan kepada rumah tahfidz tersebut sebesar Rp28,9 juta untuk membiayai kegiatan pesantren tersebut. Apalagi, kata Adi, selama ini biaya operasional dan pendidikan bagi santri-santri ponpes Darul A\'shom. "Mereka merekrut penderita tuna rungu untuk menjadi hafidz Alquran, kebanyakan gratis," katanya.
Pengasuh Ponpes Tahfidz Darul A’shom Abu Kahfi mengatakan saat ini jumlah santri di ponpes tersebut sebanyak 108 santri, 40 santriwati dan 68 santri. Selama ini, santri belajar menghafal Alquran di bangunan yang masih ngontrak. "Insyaallah bantuan dari MBCY akan kami gunakan untuk operasional para santri," kata Abu.
Baca juga: Ramadan dan Momentum Kebangkitan UMKM di Sleman
Selama ini, lanjut Abu, pihaknya tidak menetapkan iuran tetap selama santri belajar di sana. Sifatnya hanya membayar infak seikhlasnya. "Dari 108 santri yang bayar hanya sekitar 30 santri. Tidak masalah. Kami selama ini belum pernah menyebar proposal [bantuan] tetapi Alhamdulillah Allah yang mengirimkan orang-orang baik ke kami," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPJS Ketenagakerjaan DIY dorong ahli waris mandiri lewat Rekso Waris dan pelatihan bisnis online Shopee.
Pemda DIY belum mengangkat Guru Pendamping Khusus menjadi PPPK karena masih menghitung kemampuan anggaran dan kesiapan pelaksanaannya.
Stok beras Bulog mencapai rekor 5,18 juta ton per 2 Juli 2026. Serapan beras sudah 81,65 persen dari target pengadaan nasional.
SPMB 2026 di Kulonprogo menyisakan banyak sekolah kekurangan siswa. Regrouping SD dinilai mendesak, namun masih menghadapi penolakan masyarakat.
Menkum Supratman Andi Agtas menegaskan hak banding Nadiem Anwar Makarim tetap berlaku meski hakim tidak menanyakan sikap atas putusan sidang.
Pemkot Jogja menyiapkan penerapan Malioboro full pedestrian secara bertahap melalui uji coba, evaluasi akses warga, dan pemasangan portal.