Persis Degradasi ke Liga 2, Tangis Suporter Pecah di Solo
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2 meski menang 3-1. Suporter kecewa, Wali Kota Solo minta tim segera bangkit.
Ilustrasi nyamuk penyebab demam berdarah./Pixabay
Harianjogja.com, JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) memperkirakan virus yang ditularkan oleh serangga seperti Zika dan demam berdarah bisa menjadi pandemi global berikutnya.
BACA JUGA: Lancar, Pembebasan Lahan Proyek Tol Jogja Solo Dapat Pujian
Arbovirus seperti Zika, demam kuning, Chikungunya dan demam berdarah adalah kelompok patogen yang disebarkan oleh arthropoda seperti nyamuk dan kutu.
Mereka menempati urutan teratas untuk potensi wabah berikutnya yang dapat meningkat menjadi pandemi, terutama karena hampir empat miliar orang tinggal di daerah tropis dan sub-tropis tempat mereka berkembang. Sehingga para ahli sedang mencari strategi untuk mencegah terulangnya Covid-19
Pada peluncuran Inisiatif Arbovirus Global baru WHO, terdapat bertujuan menyatukan pekerjaan untuk mengatasi ancaman yang dibawa serangga di bawah satu atap. Prevalensi arbovirus semakin meningkat dan saat ini menjadi ancaman kesehatan masyarakat di daerah tropis dan subtropis.
Sejak 2016, lebih dari 89 negara telah menghadapi wabah Zika, sementara risiko demam kuning \'meningkat sejak awal 2000-an\'. Setiap tahun, demam berdarah menginfeksi 390 juta orang di 130 negara endemik dan dapat menyebabkan kematian.
Demam kuning menimbulkan risiko tinggi wabah di 40 negara dan menyebabkan penyakit kuning dan kematian. Chikungunya memang kurang terkenal, tetapi ada di 115 negara dan menyebabkan radang sendi yang parah dan melumpuhkan sendi.
Meskipun ada vaksin untuk demam kuning, selebihnya, perlindungan terbaik adalah mencegah gigitan nyamuk sejak awal. Fokus Inisiatif Arbovirus Global akan memusatkan sumber daya pada pemantauan risiko, pencegahan pandemi, kesiapsiagaan, deteksi dan tanggapan.
BACA JUGA: 3 Bangunan Bersejarah di Jalan Malioboro Ini Tak Masuk Atribut Sumbu Filosofis
Tindakan internasional sangat penting, mengingat \'frekuensi dan besarnya wabah\' arbovirus, terutama yang ditularkan oleh nyamuk Aedes. Untuk masing-masing penyakit ini, ada peningkatan dalam berbagai aspek respons pengawasan, penelitian dan pengembangan.
Keberlanjutan seringkali terbatas pada ruang lingkup, durasi, dan ruang lingkup proyek khusus penyakit. Ada kebutuhan mendesak untuk mengevaluasi kembali alat yang ada dan bagaimana alat ini dapat digunakan di berbagai penyakit untuk memastikan respons yang efisien, praktik berbasis bukti, personel yang dilengkapi dan terlatih, serta keterlibatan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2 meski menang 3-1. Suporter kecewa, Wali Kota Solo minta tim segera bangkit.
Tips sehat konsumsi daging kurban saat Iduladha agar kolesterol tetap aman, mulai dari cara memasak hingga mengatur porsi makan.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Kamis 28 Mei 2026 lengkap semua stasiun, tarif Rp8.000 dan jadwal keberangkatan pagi hingga malam.
Investor kripto Indonesia dinilai makin rasional dan tak lagi sekadar FOMO. Literasi blockchain dan strategi investasi mulai meningkat.
Menlu Sugiono menjelaskan alasan Presiden Prabowo tetap berkunjung ke Prancis saat Iduladha untuk memenuhi undangan Macron.
Penjualan tiket kereta KAI selama libur Iduladha 2026 menembus 911 ribu tiket. Yogyakarta hingga Bandung jadi tujuan favorit penumpang.