Prabowo Targetkan 1.386 Kampung Nelayan Beroperasi Akhir 2026
Prabowo menargetkan 1.386 Kampung Nelayan Merah Putih beroperasi akhir 2026 dan pembangunan 1.582 kapal ikan modern dimulai pada 2027.
Konsumen melihat stok minyak goreng aneka merek tersedia di etalase pasar swalayan Karanganyar pada Kamis (17/3/2022)/ Solopos.com-Indah Septiyaning Wardani.
Harianjogja.com, JAKARTA - Isu kelangkaan minyak goreng di pasar ritel menghiasi media massa di Tanah Air. Setelah pemerintah memutuskan kebijakan untuk melepas harga eceran tertinggi (HET) sesuai harga pasar, masyarakat pun mengeluhkan kenaikan harga yang cukup dratis.
Permasalahan minyak goreng ini menjadi isu nasional yang mendapat sorotan karena Indonesia merupakan produsen terbesar minyak kelapa sawit atau crude palm oil di dunia. Namun, harus menanggung kelangkaan di level konsumen dalam negeri.
Sementara itu, sebagai penghasil CPO terbesar, Indonesia banyak mencatat orang kaya yang berkecimpung di bisnis ini. Berikut beberapa nama-namanya:
1. Keluarga Widjaja
Keluarga Widjaja tersohor melalui Sinar Mas Group. Anak-anak Eka Tjipta Widjaja ini memiliki perusahaan produsen minyak goreng terbesar di Indonesia, Filma. Dalam laporan Forbes, diperkirakan bahwa Keluarga Widjaya memiliki kekayaan mencapai US$ 9,7 miliar atau sekitar Rp138,71 triliun.
Adapun, dengan total kekayaan tersebut, Forbes menobatkan keluarga ini sebagai orang terkaya nomor dua di Tanah Air pada akhir tahun llau.
2. Anthony Salim
Selanjutnya, ada Anthony Salim yang merupakan bos dari Grup Salim dan salah satu orang terkaya di Indonesia. Anthony Salim yang juga pemilik Indofood ini memiliki bisnis minyak goreng melalui Indofood Agri Resources Ltd.
Dalam laporan Forbes, kekayaan Anthony Salim diperkirakan mencapai US$ 8,5 miliar atau sekitar Rp121,55 triliun. Dia menempati peringkat ketiga sebagai orang terkaya di Indonesia.
3. Bachtiar Karim
Bachtiar Karim adalah bos Grup Musim Mas dan memiliki bisnis sawit terbesar di Indonesia. Perusahaan milik Bahtiar Karim memproduksi beberapa merek minyak goreng, salah satunya adalah Sunco. Bachtiar adalah anak sulung dari empat anak Anwar Karim.
Menurut Forbes, kekayaannya diperkirakan mencapai US$3,5 miliar atau sekitar Rp 50 triliun. Bachtiar Karim pun menjadi orang terkaya kesepuluh di Indonesia.
4. Martuar Sitorus
Martuar Sitorus adalah bos Wilmar yang tersohor dengan merek minyak goreng, Fortune dan Sania. Kekayaan Martuar Sitorus ditaksir mencapai US$2,9 miliar atau Rp 41 triliun.
5. Sukanto Tanoto
Sukanto Tanoto adalah pemilik dan juga pendiri Royal goldean Eagle International. Dia berbisnis di industri sawit melalui Asian Agri and Apical dan memproduksi minyak goreng dengan merek Camar. Adapun, kekayaan Tanoto ditaksir mencapai US$2,3 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Prabowo menargetkan 1.386 Kampung Nelayan Merah Putih beroperasi akhir 2026 dan pembangunan 1.582 kapal ikan modern dimulai pada 2027.
Ledakan industri drama AI di China melahirkan bisnis baru berupa lisensi wajah manusia. Warga mendapat bayaran hingga Rp12 juta, namun risiko penyalahgunaan dat
AFC resmi menolak banding Persib Bandung terkait kericuhan suporter saat ACL 2. Maung Bandung tetap didenda Rp3,5 miliar dan menjalani laga tanpa penonton.
Borneo FC resmi ditunjuk AFC sebagai tuan rumah fase grup AFC Challenge League 2026/2027. Stadion Segiri Samarinda akan menjadi venue pertandingan Asia.
Lonjakan operasi plastik di kalangan anak muda Jepang memicu kekhawatiran. Bahkan anak lulusan SD mulai menjalani operasi kelopak mata dengan persetujuan orang
Federasi Sepak Bola Laos melaporkan dugaan match fixing yang menyeret Timnas Laos di Piala AFF 2026. Polisi diminta menyelidiki indikasi manipulasi pertandingan