Status Gunung Anak Krakatau Siaga, Warga Dilarang Mendekat
Status Gunung Anak Krakatau masih Siaga Level III. Masyarakat diminta tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
Ilustrasi sesak napas
Harianjogja.com, JAKARTA - Seberapa sering Anda panik saat merasa sesak napas bahkan setelah berjalan beberapa langkah?
Sesak napas selalu dikaitkan dengan masalah jantung atau paru-paru.
Padahal, sesak napas bisa disebabkan oleh beberapa hal. Untuk menilai alasan yang tepat di baliknya, seseorang harus mencatat kejadiannya dan aktivitas yang memicunya.
Sesak napas adalah ketika tubuh tidak mendapatkan cukup udara untuk dihirup. Dalam hal ini, orang tersebut cenderung bernapas lebih keras dan lebih cepat tetapi tidak mampu menyediakan udara yang cukup di dalam. Secara harfiah orang itu bahkan terengah-engah. Istilah medis untuk sesak napas adalah dispnea.
Situasi ini dapat digambarkan ketika seorang non-pelari berlari selama beberapa waktu dan kemudian terengah-engah.
Sesak napas merupakan masalah ketika Anda mengalaminya bahkan setelah melakukan pekerjaan fisik ringan seperti berjalan menaiki tangga atau berjalan normal di permukaan yang rata.
Ada sejumlah alasan medis dan non-medis di balik sesak napas. Seseorang dapat mengalami sesak napas saat berada di ketinggian, atau saat kualitas udara berada pada tingkat yang berbahaya, atau saat suhu terlalu tinggi atau bahkan setelah melakukan olahraga berat.
Ada beberapa kondisi medis yang memicu sesak napas pada seseorang. Masalah seperti alergi, asma, masalah jantung, penyakit paru-paru, pneumonia, obesitas, TBC juga menyebabkan dispnea.
Baru-baru ini, COVID juga dikatakan mempengaruhi kemampuan bernafas pasien. Banyak orang yang memiliki gejala khas COVID seperti sakit tenggorokan, pilek juga mengalami masalah pernapasan selama infeksi.
Seperti disebutkan di atas, sejumlah alasan dapat memengaruhi kapasitas pernapasan seseorang. “Kondisi medis tergantung pada penyebab sesak napas karena bisa karena masalah paru-paru, jantung, ginjal atau otot.
BACA JUGA: Kuku Penyintas Covid Menyala di Bawah Sinar UV? Begini Penjelasan Dokter
Jadi jika tidak ditangani, itu dapat menyebabkan penyakit utama pada paru-paru, ginjal, jantung, atau sistem otot apa pun. Terutama di paru-paru dapat menyebabkan perubahan yang tidak dapat diubah jika diabaikan atau tidak didiagnosis selama perjalanan awal penyakit,” kata Dr Kashmira Jhala, konsultan pulmonologis, Apollo Hospitals, Ahmedabad dilansir dari Times of India.
Oleh karena itu, disarankan untuk mengikuti saran dokter jika masalah berlanjut untuk waktu yang lama.
Jika itu terjadi karena akibat dari suatu peristiwa seperti tidak bisa tidur di malam hari atau karena suhu yang tinggi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Jika situasinya non-medis dan bisa diperbaiki, bisa jadi masalah sesak napas.
“Tes fungsi paru perlu dilakukan untuk mengetahui kapasitas paru dan masalah yang mendasarinya. Ini seperti tes skrining untuk sesak napas. Jika normal dan fungsi tubuh lainnya juga normal, maka orang tersebut dapat diobservasi dan dipantau selama tes fungsi paru secara berkala,” kata ahli.
Jika gejalanya terus menerus, progresif dan berhubungan dengan gejala lain, maka tidak boleh diabaikan. Jika tes fungsi paru-paru-paru (PFT) dasar primer tidak normal, maka pasti seseorang harus mengunjungi ahli paru.
Gejala lain seperti nyeri dada, dada berat, mengi, batuk, terbangun di malam hari, mendengkur, edema pada kedua kaki dan kelelahan juga harus diperiksa jika seseorang mengalami sesak napas kata dokter.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Status Gunung Anak Krakatau masih Siaga Level III. Masyarakat diminta tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
Petani bawang merah lahan pasir di Bantul mulai panen raya. Namun harga jual anjlok hingga Rp15 ribu per kilogram akibat melimpahnya pasokan dari berbagai daera
Apple mencatat rekor penjualan iPhone pada kuartal III 2026, namun krisis pasokan chip memori membuat proyeksi pertumbuhan melambat dan saham perusahaan anjlok
Persaingan Grup A Piala Presiden 2026 memasuki laga penentuan. Arema FC memburu tiket semifinal saat menghadapi DPMM FC, sementara Persib Bandung membidik kemen
Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon lahirkan anak pertama, Segara Nadi Aksatama, pada 20 Juli 2026. Nama sarat makna, banjir ucapan selamat dari artis dan netize
Dinkes Bantul mengungkap paparan rokok dalam keluarga menjadi faktor terbesar penyebab stunting. Angka stunting turun menjadi 8,3 persen, namun tantangan masih