Seorang Tukang Batu Terima Rp3,2 Miliar dari Proyek Tol Jogja-Solo
Jumadi Jayadi Raharja, seorang tukang batu dari Desa Senden, Kecamatan Ngawen, menerima uang ganti rugi (UGR) Rp3,2 miliar dari proyek Tol Jogja-Solo, Rabu (12/1/2022).
Jaenal (tiga dari kanan), warga Senden, Kecamatan Ngawen, Klaten, memperoleh uang ganti rugi Tol Jogja Solo senilai Rp5,6 miliar. Selanjutnya, uang itu akan dibagikan dengan delapan saudaranya./JIBI-Solopos-Ponco Suseno
Harianjogja.com, KLATEN—Seorang buruh tani alias tukang macul berusia 70 tahun di Desa Senden, Kecamatan Ngawen, Klaten memperoleh uang ganti rugi Tol Jogja Solo senilai Rp5,6 miliar, Jumat (11/3/2022).
BACA JUGA: Desa Tirtoadi Akhirnya Terpilih Jadi Lokasi Pembangunan Tol Pertama di Jogja
Buruh bernama Jaenal tersebut mengaku belum pernah membayangkan duit Rp5,6 miliar yang dinilai sangat banyak tersebut.
Penyerahan uang ganti rugi Tol Jogja Solo menyasar 33 bidang di Desa Senden, Kecamatan Ngawen, Jumat (11/3/2022). Total ganti rugi yang dibayarkan tim pembebasan lahan senilai Rp41,2 miliar. Pembayaran tahap III bagi warga terdampak jalan tol berlangsung di pendapa Kecamatan Ngawen.
“Saya memperoleh Rp5,6 miliar. Lahan yang terkena tol seluas 1.768 meter persegi. Lahan saya berupa pekarangan yang ada rumahnya. Tapi itu akan dibagi delapan orang [saudara]. Saya sendiri belum pernah membayangkan akan menerima uang hingga Rp5,6 miliar. Nilai itu besar sekali," kata Jaenal, saat ditemui wartawan di Kecamatan Ngawen, Jumat (11/3/2022).
Jaenal mengatakan dirinya bersama keluarga besarnya sudah menyetujui pembangunan Tol Jogja Solo. Bagi mereka, uang ganti rugi yang ditentukan tim pembebasan lahan jalan tol sudah di atas harga pasaran di kawasan Senden.
"Saya setuju saja dengan proyek jalan tol. Rumah saya yang terkena jalan tol itu sudah berusia 100 tahun. Itu dulunya dibangun ayah saya. Agar masih dekat dengan tanah kelahiran, saya pun sudah membeli tanah di dekat rumah sekarang,” katanya.
Kepala Seksi (Kasi) Pengadaan Tanah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Klaten, Sulistiyono, mengatakan total lahan di Senden yang dibebaskan tim pembebasan Tol Jogj Solo kali ini mencapai 33 bidang. Nilai UGR yang diterima setiap warga Senden kali ini bervariasi satu sama lainnya. Hal itu disesuaikan dengan luas lahan yang dimiliki.
"Ada yang menerima Rp5,6 miliar. Tapi ada juga yang menerima Rp34 juta. Pembayaran untuk warga terdampak Tol Jogja Solo di Senden ini tergolong tahap III [total lahan terdampak jalan tol mencapai 187 bidang dengan satu bidang tergolong tanah kas desa]," katanya.
Sulistiyono mengatakan total ganti rugi yang telah dibayarkan ke warga terdampak Tol Jogja Solo di Klaten telah menembus angka Rp1,48 triliun. Warga terdampak yang memperoleh uang tersebut tersebar di 20-an desa di Kabupaten Klaten.
BACA JUGA: Beredar Kabar Uang Ganti Rugi Tol Jogja Berlipat, Harga Pasar Plus 20%! Ini Penjelasan Pemerintah
"Uang ganti rugi yang dibayarkan di Kecamatan Ngawen ini bersumber dari APBN 2021. Setelah ini, kami akan melanjutkan menggelar musyawarah penetapan ganti kerugian di Kebonarum," katanya.
General Manager Lahan dan Utilitas PT JogjaSolo Marga Makmur (JMM), Muhammad Amin, mengatakan salah satu dampak adanya proyek Tol Jogja Solo adalah munculnya orang kaya baru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumadi Jayadi Raharja, seorang tukang batu dari Desa Senden, Kecamatan Ngawen, menerima uang ganti rugi (UGR) Rp3,2 miliar dari proyek Tol Jogja-Solo, Rabu (12/1/2022).
Trump minta China dan Taiwan menahan diri di tengah ketegangan. AS belum pastikan kirim senjata ke Taipei dan soroti chip Taiwan.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.