WJNC 2026 Diperluas Jadi Festival Sepekan, Libatkan 14 Kemantren
Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) 2026 tak lagi sekadar menjadi acara puncak HUT Kota Jogja. Perayaan yang memasuki tahun ke-10 itu dikemas menjadi WJNC Festiv
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo/Istimewa
PURWOKERTO—Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, minta lembaga Otoritas Jasa Keuangan Purwokerto untuk lebih menggiatkan memberikan edukasi kepada masyarakat. Khususnya terkait bisnis investasi digital.
Hal itu disampaikan Gubernur saat Peresmian Kantor OJK Purwokerto, di Jalan Gatot Subroto 46, Selasa (8/3). Ganjar dalam sambutannya menyinggung fenomena investasi bodong yang sedang hangat dibahas di media, tetapi belum disadari masyarakat.
“Ketika masyarakat kebingungan di tengah situasi (ekonomi) yang tidak mudah, lalu mereka mencari jalan pintas dan sering tergiur oleh investasi yang bodong, (palsu). Maka peran OJK menjadi penting,” terangnya.
Gubernur berharap, di kantor baru yang berdiri di atas lahan tiga hektar ini, kinerja OJK Purwokerto akan lebih baik lagi dalam melayani masyarakat. Khususnya terkait investasi di dunia bisnis digital.
“Gedung ini saya harap betul bisa jadi tempat edukasi masyarakat dan tempat bertanya (masyarakat). Bisnis krypto itu apa, kalau tidak mengeri tanya dulu karena itu gamblingnya (spekulasi) lebih banyak. Banyak sekali investasi-investasi yang masuk, (cari tahu) itu legal apa tidak, "bodong" apa tidak, itu ditanyakan, pasti dari OJK akan menjawab itu dengan cepat,” imbaunya.
Pada tempat yang sama, Gubernur juga menyalurkan santunan kecelakaan kerja kepada dua ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) yang meninggal dunia.
Suprinah, istri mendiang Dahroji Sardi, seorang penderes gula kelapa di Desa Pangrajin, Kecamatan Cilongok, Banyumas, mendapat santunan Rp48 juta. Sedangkan Tuti penyadap pinus di Banyumas Barat, yang kehadirannya diwakili Perhutani setempat, mendapat santunan Rp118 juta.
Suprinah dan Tuti adalah sedikit dari banyak penderes gula kelapa dan penyadap pinus yang menerima jaminan kecelakaan kerja. Mereka tergabung dalam program MElindungi Seluruh pekeRjA dengan Gerakan perlindungAN Jaminan sosiAl ketenagakeRjaan (MESRA dengan GANJAR).
Perwakilan BPJSTK Cabang Banyumas, Rajiv Ramuna mengatakan, hingga 2021, Mesra dengan Ganjar telah mencairkan kurang lebih Rp 300juta kepada para penderes gula kelapa dan penyadap pinus di wilayah Banyumas.
Program MESRA dengan GANJAR digagas aktivis benama Adib melalui Asosiasi Lembaga Masyarakat Desa Hutan Indonesia (Almadhina) dan Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (PERISAI). Pada program ini Adib menggandeng BPJS Ketenagakerjaan. Setiap bulannya, penderes gula kelapa dan penyadap pinus hanya membayar premi Rp16.800.
Gubernur mengaku mengenal kiprah lembaga ini sejak lama sebagai mendorong kemajuan masyarakat.
“Bahkan banyak yang sudah jadi sarjana, yang terjadi mereka ini bisa membantu menjadi lokomotif untuk menjadi kekuatan ekonomi tulang punggung keluarga,” ungkapnya usai penyerahan bantuan. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) 2026 tak lagi sekadar menjadi acara puncak HUT Kota Jogja. Perayaan yang memasuki tahun ke-10 itu dikemas menjadi WJNC Festiv
CEO Aprilia Racing Massimo Rivola menegaskan Marc Marquez dan Ducati masih menjadi ancaman besar dalam perebutan gelar MotoGP 2026 meski Jorge Martin memimpin k
Media Vietnam Soha menyoroti kemerosotan karier pemain naturalisasi Timnas Indonesia usai meninggalkan Eropa. Sandy Walsh, Ragnar Oratmangoen, hingga Marselino
Pameran Fotografi Rana Budaya #4 bertajuk FYP (For Your People) di TBY, Kota Jogja, yang telah dibuka pada Jumat (14/8/2026) sore hingga 23 Agustus mendatang
Harga tiket pesawat ke Jepang diprediksi lebih murah mulai September 2026. ANA dan JAL turunkan biaya tambahan bahan bakar jadi Rp3,69 juta, lebih hemat Rp1,4 j
Sekolah mahal belum tentu menjamin kesuksesan anak. Riset terhadap keluarga pengusaha sukses menemukan lima karakter utama yang justru lebih menentukan masa dep