Obesitas Bisa Bikin Risiko Diabetes Naik 8 Kali Lipat, Jantung 2 Kali Lebih Besar
Obesitas/clevelandclinic.org
Harianjogja.com, JAKARTA — Dalam rangka memperingati Hari Obesitas Sedunia pada 4 Maret, perlu ditanamkan pemikiran dan edukasi bahwa obesitas harus dilawan khususnya bagi para anak muda.
Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar Indonesia 2018, angka prevalensi obesitas pada orang dewasa berusia 18 tahun ke atas meningkat dari 14,8% di tahun 2013 menjadi 21,8% di tahun 2018.
Perubahan gaya hidup selama pandemi seperti konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih serta berkurangnya aktivitas fisik berpotensi meningkatkan risiko obesitas. Padahal, obesitas dapat meningkatkan risiko komplikasi penyakit tidak menular seperti diabetes, penyakit jantung, dan hipertensi.
Maka dari itu, penting untuk membatasi asupan gula, garam, dan lemak agar terhindar dari obesitas dan penyakit tidak menular serta tetap produktif secara optimal. Koordinator Substansi P2PTM Kemenkes RI, Esti Widiastuti, M.Sc.PH menegaskan pentingnya mengetahui asupan makanan yang dikonsumsi.
“Maksimal gula adalah 4 sendok makanan dalam satu hari. Mari kita lihat kebiasaan kita sehari-hari, mungkin ada teh yang menyapa kita lalu siangnya beli kopi keknian, di luar konsumsi makanan belum kue, cemilan. Perlu diperhitungkan,” kata Esti pada Senin, (07/03/2022) dalam Festival Komunitas Nutrifood bersama Kementerian Kesehatan dan BPOM RI.
Esti melanjutkan, obesitas termasuk ke target Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu suatu rencana aksi global yang disepakati oleh para pemimpin dunia, termasuk Indonesia.
BACA JUGA: Mulailah Sejak Muda, Pola Makan Ini Berguna Cegah Kanker
“Kami mengatasi obesitas dengan memperbaiki akar masalah, bahkan pemerintah sudah menerapkan obesitas sebagai target SDGs. Jangan sampai bertambah lagi karena akan semakin berisiko,” ujarnya.
Head of Strategic Marketing, Nutrifood, Susana S.T.P, M.Sc., PD.Eng, mengkhawatirkan kebiasaan anak muda yang berpotensi terkena penyakit lain akibat obesitas terlebih di masa pandemi.
“Pandemi begini maka banyak orang yang tidak bergerak dan di rumah saja. Obesitas itu awal dari penyakit-penyakit lain, jika obesitas maka peluang untuk menjadi diabetes itu sangat tinggi. Diabetes 8x lipat, jantung 2x lipat, hipertensi 5x lipat, maka obesitas ini serius dan perlu ditangani dengan serius juga,” jelas Susana.
Gaya hidup sehat harus diterapkan agar mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik. Health Influencer, Marcellino Indrawan, rutin untuk selalu berolahraga agar imun tetap terjaga.
“Hidup sehat adalah investasi jangka panjang, manfaatnya banyak yaitu selain menghindari obesitas juga meningkatkan kualitas hidup. Simple, mulai dari keinginan berolaraga, memperhatiakn asupan gizi yang seimbang, dan tentunya yang gak kalah pentingnya adalah istirahat yang cukup,” pungkas Marcellino.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Share