Abu Vulkanik Gunung Merapi Menyebar Sampai ke Wonosobo
Letusan Gunung Merapi pada Sabtu (11/3/2023) menyebabkan sejumlah wilayah terkena hujan abu vulkanik.
Tangkapan layar ratusan warga Desa Wadas, Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo, terlibat bentrok dengan anggota kepolisian dan TNI, Jumat (23/4/2021). [Instagram @wadas_melawan]
Harianjogja.com, JOGJA--Konflik tambang batuan andesit di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Purworejo, Jawa Tengah hingga kini masih menyedot perhatian publik. Pasalnya polisi belakangan menuduh kabar pengepungan warga Wadas di masjid pada insiden pecah konflik Selasa (8/2/2022) lalu adalah hoaks. Warganet pun menyebut penguasa adalah pembuat hoaks terbesar.
Otoritas kepolisian melalui akun resmi terverifikasi @divisihumaspolri pada Kamis (10/2/2022) memposting informasi yang menyebut kabar pengepuangan warga Wadas adalah hoaks.
"Beredarnya informasi di media sosial terkait aparat kepolisian mengepung warga di dalam masjid adalah HOAX atau TIDAK BENAR" kalimat tertulis di postingan Divisi Humas Polri.
BACA JUGA: Buka Laman LTMPT untuk Cek Daya Tampung SNMPTN 2022
"Faktanya pada saat pengukuran tanah, massa berkumpul di depan masjid, segelintir warga membawa sajam dan melempar batu. Warga yang lain mengejar dan berlari ke dalam masjid memakai celana pendek. Aparat kepolisian justru mengamankan orang di dalam masjid dari serangan warga yang mengejar, Desa Wadas, Selasa (8/2)," bunyi postingan polisi.
Postingan itu sejatinya telah direvisi admin Divisi Humas Polri. Sebelumnya polisi memposting informasi yang memuat pesan sebagai berikut:
"Beredarnya informasi di media sosial terkait aparat kepolisian mengepung warga di dalam masjid adalah HOAX atau TIDAK BENAR. Faktanya pada saat pengukuran tanah di depanmasjid, segelintir warga membawa sajam dan melempar batu"
Postingan itu langsung diklarifikasi warga Wadas melalui akun terverifikasi wadas_melawan.
"Hoax. Perlu diketahui bersama bawa di tanah atau di halaman masjid tidak ada lahan quarry, Sudah jelas polisi yang melakukan kebohongan publik. Bisa dibaca lebih detail konten posternya," tulis pesan @wadas_melawan.
Sontak saja, ribuan netizen ramai-ramai mencaci maki akun Humas Polri. Tak hanya soal postingan polisi yang telah direvisi, namun warganet telanjur tak percaya dengan informasi polisi lantaran melihat video di lapangan soal fakta sebenarnya.
Akun instagram Humas Polri pun dihujani hujatan oleh netizen.
Ada yang menyebut pembuat hoaks terbesar adalah negara dalam hal ini polisi.
@bgsjls menulis "Pembuat hoax terbesar adalah penguasa" kata akun tersebut.
@arendraky menulis: "Ngukur tanah itu bawa meteran bukan bawa aparat pak bapak"
Lalu akun @masrezapamungkas\'s: "Wkwkwk. Diposting ulang. Enak ya jadi aparat. Kalo salah bisa direvisi. Coba kalo rakyatnya, pasti dah kena UU ITE. WKWKWKWK" ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Letusan Gunung Merapi pada Sabtu (11/3/2023) menyebabkan sejumlah wilayah terkena hujan abu vulkanik.
Komnas HAM mendorong pengusutan tuntas kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha Jogja. Polisi buka peluang tersangka bertambah.
Kemkomdigi memblokir 3,45 juta situs judi online sejak Oktober 2024. Perputaran dana judol 2025 tercatat Rp286 triliun.
Pratama Arhan memperkenalkan Inka Andestha sebagai kekasih barunya lewat unggahan romantis di Instagram usai resmi bercerai dari Azizah Salsha.
Sony resmi membawa PS5 Pro ke Indonesia mulai 20 Mei 2026 dengan harga Rp15,499 juta. Ini spesifikasi, fitur AI, dan peningkatannya.
Libur panjang mendongkrak wisata Bantul. Sebanyak 35.011 wisatawan berkunjung dengan retribusi mencapai Rp506,3 juta.