Matangkan Persiapan Muktamar ke-34, PBNU Perkuat Konsolidasi
PBNU terus mematangkan persiapan Muktamar ke-34, Munas dan Konbes dijadwalkan Juli-Agustus 2026.
Ilustrasi - Varian baru Virus Corona SARS-CoV-2./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA – Peneliti China dalam jurnal BioRxiv menemukan virus Corona dengan nama NeoCoV. NeoCov disebut memiliki tingkat infeksi dengan kematian yang lebih tinggi dibandingkan jenis virus sebelumnya.
Dikutip melalui laman Independent, disebutkan NeoCov bukan merupakan varian baru dari virus Covid-19, tetapi berasal dari jenis virus corona yang berbeda yang terkait dengan sindrom pernapasan Timur Tengah (Mers-CoV).
Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menyebutkan Mers-CoV merupakan virus yang ditularkan ke manusia dari unta dromedari (Arab) yang terinfeksi.
Adapun, virus ini bersifat zoonosis, artinya ditularkan antara hewan dan manusia dan dapat ditularkan melalui kontak langsung atau tidak langsung dengan hewan.
"Mers-CoV telah diidentifikasi pada dromedari di beberapa negara di Timur Tengah, Afrika dan Asia Selatan. Secara total, 27 negara telah melaporkan kasus sejak 2012, menyebabkan 858 kematian yang diketahui karena infeksi dan komplikasi terkait," kata WHO, dikutip dari Independent, Minggu (30/1/2022).
WHO melanjutkan, 35 persen pasien yang terinfeksi Mers-Covid telah meninggal, meskipun kemungkinan juga karena kasus-kasus bawaan yang mungkin terlewatkan oleh sistem pengawasan yang ada.
Sementara itu, NeoCoV diyakini sebagai kerabat Mers-CoV dan beredar dengan induk yang bersemayam di kelelawar, para ilmuwan yang berbasis di Wuhan memperingatkan bahwa NeoCoV dapat menyebabkan masalah jika ditransfer dari kelelawar ke manusia.
Profesor Lawrence Young, seorang ahli virus di Universitas Warwick mengatakan belum ada potensi ancaman NeoCoV menginfeksi manusia atau tidak ada indikasi seberapa menular atau fatalnya.
"Namun, kami perlu melihat lebih banyak data yang mengkonfirmasi infeksi pada manusia dan tingkat keparahan yang, sementara itu [studi] pra-cetak menunjukkan bahwa infeksi sel manusia dengan NeoCoV sangat tidak efisien. Apa yang disoroti ini, bagaimanapun, adalah perlunya waspada tentang penyebaran infeksi virus corona dari hewan ke manusia, tuturnya.
Dikutip melalui TASS, WHO tengah bekerja sama dengan sejumlah organisasi global termasuk World Organization for Animal Health (OIE) dan the Food and Agriculture Organization (FAO) akan memonitor dan merespons ancaman penyakit zoonosis yakni penyakit yang ditularkan oleh hewan.
"Apakah virus yang terdeteksi dalam studi ini akan memberikan risiko pada manusia, butuh penelitian lebih lanjut," kata WHO, dikutip dari TASS, Minggu (30/1/2022).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
PBNU terus mematangkan persiapan Muktamar ke-34, Munas dan Konbes dijadwalkan Juli-Agustus 2026.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Pemkab Bantul siapkan lima kalurahan untuk program Kampung Redam hasil kerja sama dengan Kementerian HAM. Fokus pada resolusi konflik dan keadilan restoratif.
Daftar klub yang lolos ke Liga Champions 2026/2027. Simak klub raksasa yang lolos otomatis dan daftar tim yang berjuang lewat kualifikasi di sini.
KDMP Tamanmartani menggunakan dana LPDB untuk operasional awal klinik pratama sambil menunggu kerja sama BPJS Kesehatan.
Erina Gudono resmi lulus S2 University of Pennsylvania sambil menjalani peran sebagai ibu bagi Bebingah bersama Kaesang Pangarep.