Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Direktur Utama Persis Solo, Kaesang Pangarep saat keluar dari ruangan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, Senin (24/5/2021). /Suara.com
Harianjogja.com, SOLO--Anak Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka meminta para pendukungnya tidak melaporkan balik Ubedilah Badrun.
Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun melaporkan dugaan kasus korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang melibatkan Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangerep.
Ubedilah mengklaim pelaporan ke KPK itu sudah disusun berdasarkan analisis, rasionalitas, dan data valid. Sementara, Pengacara ketua umum sukarelawan Jokowi Mania (Joman), Immanuel Ebenezer, Bambang Sri Pujo, berencana melaporkan Ubedilah ke Polda Metro Jaya karena dinilai menyebarkan kabar bohong terkait laporannya ke KPK soal kasus dugaan korupsi dua anak Presiden Joko Widodo itu.
Ditemui di sela meninjau vaksinasi booster di RSUD Ibu Fatmawati, Ngipang, Gibran Rakabuming Raka, yang juga Wali Kota Solo itu menyarankan sukarelawan Joman mengurungkan niatnya melaporkan Ubedilah Badrun.
BACA JUGA: Penendang Sesajen Ditangkap di Perempatan Ketandan Bantul, Begini Kesaksian Warga
Dia menilai langkah tersebut justru akan memperkeruh suasana. Ia menyebut tudingan korupsi dan pencucian uang yang dialamatkan kepadanya dan Kaesang sebaiknya dibiarkan berlalu. “Rasah [tidak usah] lah. Tekne wae lak bosen [dibiarkan saja lama-lama juga bosan]. Beritanya juga sudah sepi kok," ujarnya. Suami Selvi Ananda itu yakin tudingan Ubedilah tidak akan berbuntut panjang. Ia memastikan Dosen UNJ itu tidak memiliki bukti yang cukup.
"Enggak ada buktinya. Lapor kok enggak ada buktinya," kata dia, lagi. Gibran Rakabuming sendiri tidak berencana melaporkan Ubedilah ke polisi. Ia merasa yakin tidak melakukan kesalahan seperti yang dituduhkan mantan aktivis 1998 itu. “Enggak usah [lapor] lah. Fokus kerja saja. Saya tidak merasa tercemar kok. Kalau saya nyolong [mencuri], itu baru tercemar. Saya tidak nyolong [mencuri] kok,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.