Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Direktur Utama Persis Solo, Kaesang Pangarep saat keluar dari ruangan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, Senin (24/5/2021). /Suara.com
Harianjogja.com, SOLO--Anak Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka meminta para pendukungnya tidak melaporkan balik Ubedilah Badrun.
Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun melaporkan dugaan kasus korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang melibatkan Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangerep.
Ubedilah mengklaim pelaporan ke KPK itu sudah disusun berdasarkan analisis, rasionalitas, dan data valid. Sementara, Pengacara ketua umum sukarelawan Jokowi Mania (Joman), Immanuel Ebenezer, Bambang Sri Pujo, berencana melaporkan Ubedilah ke Polda Metro Jaya karena dinilai menyebarkan kabar bohong terkait laporannya ke KPK soal kasus dugaan korupsi dua anak Presiden Joko Widodo itu.
Ditemui di sela meninjau vaksinasi booster di RSUD Ibu Fatmawati, Ngipang, Gibran Rakabuming Raka, yang juga Wali Kota Solo itu menyarankan sukarelawan Joman mengurungkan niatnya melaporkan Ubedilah Badrun.
BACA JUGA: Penendang Sesajen Ditangkap di Perempatan Ketandan Bantul, Begini Kesaksian Warga
Dia menilai langkah tersebut justru akan memperkeruh suasana. Ia menyebut tudingan korupsi dan pencucian uang yang dialamatkan kepadanya dan Kaesang sebaiknya dibiarkan berlalu. “Rasah [tidak usah] lah. Tekne wae lak bosen [dibiarkan saja lama-lama juga bosan]. Beritanya juga sudah sepi kok," ujarnya. Suami Selvi Ananda itu yakin tudingan Ubedilah tidak akan berbuntut panjang. Ia memastikan Dosen UNJ itu tidak memiliki bukti yang cukup.
"Enggak ada buktinya. Lapor kok enggak ada buktinya," kata dia, lagi. Gibran Rakabuming sendiri tidak berencana melaporkan Ubedilah ke polisi. Ia merasa yakin tidak melakukan kesalahan seperti yang dituduhkan mantan aktivis 1998 itu. “Enggak usah [lapor] lah. Fokus kerja saja. Saya tidak merasa tercemar kok. Kalau saya nyolong [mencuri], itu baru tercemar. Saya tidak nyolong [mencuri] kok,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Empat EWS tsunami di pantai Gunungkidul mengalami kerusakan. BPBD menyiapkan Rp165 juta dan perbaikan dimulai Oktober 2026.
Bupati Gowa Sitti Husniah menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka dugaan korupsi pemerasan dan TPPU senilai Rp1,1 miliar.
BPS mencatat inflasi Indonesia September 2026 sebesar 0,3% secara bulanan dan 3,28% secara tahunan, dengan cabai jadi pemicu utama.
BPJS Kesehatan mengeluarkan lebih dari Rp100 triliun untuk 172,3 juta kasus penyakit jantung sepanjang 2015-2025.
Pengguna iPhone 18 Pro dan Pro Max mengeluhkan speaker berbunyi kresek, klik, dan letupan. Penyebabnya belum diketahui.