Jejak Romusha Pekanbaru Dikenang, Keluarga Korban dari Belanda Datang
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Ilustrasi lansia./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA-Sebagian besar orang masih menyamakan Hari Ibu dengan Mother\'s Day atau Hari Ibu Internasional. Padahal kedua peringatan itu memiliki perbedaan, baik dari waktu maupun alasan diperingati.
Perbedaan hari ibu nasional dengan hari ibu internasional, pertama terlihat dari tanggal diperingatinya. Mengutip situs Kemendikbud, Selasa (21/12/2021) peringatan hari ibu nasional diperingati pada 22 Desember setiap tahunnya.
Sedangkan hari ibu internasional, mengutip History, diperingati di Amerika Serikat pada 8 Mei setiap tahunnya.
Sejarah Peringatan Hari Ibu Nasional
Peringatan hari ibu nasional ditetapkan berdasarkan hasil kongres Perempuan Indonesia ke-3 di Bandung pada 23 hingga 27 Juli 1938 oleh Komite Perlindungan Kaum Perempuan dan Anak-anak Indonesia (KPKPAI),
Hasilnya ditetapkannya bahwa 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu atas usul dari Perkumpulan Istri Indonesia.
Keputusan lain pada kongres ini adalah gagasan menyusun Undang-undang Perkawinan untuk umat Islam berdasarkan saran dari Maria Ulfah.
Maria Ulfah saat itu menjadi Ketua Sekretariat sekaligus Direktur Kabinet Perdana Menteri sejak 19 Agustus 1947 hingga September 1962.
Ia mengetahui bahwa ada usulan kepada Dewan Menteri untuk menetapkan hari-hari nasional bersejarah.
Lantaran Hari Ibu 22 Desember ada kaitannya dengan Hari Sumpah Pemuda, maka Maria Ulfah mengadakan rapat kilat Sekretariat Kongres Wanita Indonesia dan memajukan usul ke Dewan Menteri supaya Hari Ibu disederajatkan dengan Hari Sumpah Pemuda.
Usul tersebut diterima dan dengan Surat Keputusan Presiden No. 316 Tahun 1959 Hari Ibu dijadikan Hari Nasional Bersejarah, bukan hari libur.
Sama seperti Hari Kebangkitan Nasional dan lain-lain. Sejak itu Hari Ibu diperingati secara nasional, bukan di kalangan kaum ibu saja.
Sejarah Peringatan Hari Ibu Internasional
Berbeda dengan penetapan hari ibu nasional, hari ibu internasional di Amerika Serikat adalah hari libur, untuk menghormati para ibu di seluruh dunia.
Hari Ibu di Amerika diciptakan oleh Anna Jarvis pada 1908 dan menjadi hari libur resmi AS sejak 1914.
Peringatan hari ibu internasional ini juga berkaitan erat dengan perayaan untuk ibu, yang sudah berlangsung sejak Yunani Kuno dan Romawi.
Dimulai sejak diadakannya festival untuk menghormati sosok ibu dewi Rhea dan Cybele. Itulah kenapa hari ibu internasional diidentikan dengan festival kristen, yang dikenal dengan perayaan \'Mothering Sunday\' atau Hari Minggu Ibu.
Bahkan perayaan ini pernah jadi tradisi utama di Inggris dan sebagian negara Eropa, dirayakan setiap hari Minggu keempat, masa Prapaskah.
Namun, kian kemari Hari Minggu Ibu berubah menjadi hari libur yang lebih sekuler, dengan perayaan memberi ibu bunga dan hadiah penghargaan lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Milad Aisyiyah ke-109 di Jogja dihadiri 500 peserta. Tekankan dakwah kemanusiaan, UMKM, dan penguatan sosial perempuan.
Top Ten News Jogja 16 Mei 2026: Mandala Krida, 32 anak divisum, SPMB 2026, Waisak, hingga sapi kurban Presiden Prabowo.
Malioboro dipadati 50.138 wisatawan saat long weekend. Puncak kunjungan terjadi malam hari di Jogja.
Jelang peringatan Hari Jadi Ke-110, Kabupaten Sleman dinobatkan sebagai peringkat kedua Kabupaten Paling Maju di Indonesia
Aston Villa menang 4-2 atas Liverpool di Liga Inggris 2025/2026 dan memastikan tiket Liga Champions musim depan.