Berikut Deretan Tokoh yang Kunjungi Open House Menteri Investasi Rosan
Menteri Investasi Rosan P Roeslani menggelar open house di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Selasa (1/4/2025).
Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur yang mengalami erupsi disertai awan panas guguran, pada Sabtu (4/12/2021) sekitar pukul 15.00 WIB. /Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA — Gunung Semeru di Jawa Timur hari ini, Sabtu (4/12/2021), erupsi yang disertai panas guguran dan hujan abu vulkanik. Sejarah mencatat gunung tertinggi di Pulau Jawa ini pertama kali meletus sekitar dua abad yang lalu.
Gunung Semeru memiliki ketinggian sekitar 3.676 meter di atas permukaan laut. Gunung ini adalah satu destinasi pendakian terfavorit dan terpopuler.
Adapun Semeru adalah gunung bertipe vulkanian dan strombolian. Vulkanian merupakan tipe letusan gunung berapi yang melontarkan material dari dalam magma dan juga bongkahan-bongkahan batu di sekitar kawah. Strombolian adalah tipe letusan gunung api berenergi rendah.
Sama seperti gunung api lain di Indonesia, Semeru juga memiliki catatan panjang erupsi, berikut rangkumannya:
Letusan Gunung Semeru pertama kali tercatat pada 1818. Kemudian 1800-an juga sempat terjadi letusan pada rentang 1829–1878.
Pada tahun 1900, Gunung Semeru kembali meletus secara berurutan dari tahun ke tahun hingga tahun 1913. Kemudian kembali meletus pada rentang 1941–1950. Letusan beruntun kembali terjadi dari dari tahun 1967 hingga tahun 1969 dan tahun 1972 hingga 1990. Lalu disusul letusan pada tahun 1992 dan 1994.
Pada tahun 1994 letusan Gunung Semeru memakan korban jiwa sebanyak 7 orang serta dua orang hanyut terbawa lahar.
Kemudian aktivitas Gunung Semeru berangsur turun menuju normal dengan luncuran awan panas mencapai jarak 200- 750m dari puncak.
Pada tahun 2000-an aktivitas Semeru juga beberapa kali mengalami peningkatan. Pada 11 Maret 2002, status Gunung Semeru dinaikkan dari normal menjadi waspada seiring peningkatan jumlah gempa-gempa vulkanik dangkal.
Sepanjang 2002, Semeru beberapa kali memuntahkan lava pijar dan mengeluarkan awan panas. Aktivitas Semeru kemudian ditutup pada 30 Desember 2002 pukul 07.20 WIB.
Pada 2004–2008, Gunung Semeru juga tercatat mengeluarkan awan panas beberapa kali. Awan panas paling banyak terjadi pada periode 2008. Selanjutnya pada 2016–2020, Gunung Semeru sempat mengeluarkan lava pijar.
Saat ini, Gunung Semeru masih berada dalam status Level II Waspada. Penutupan untuk umum pun masih dilakukan hingga kondisi gunung tidak lagi membahayakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Menteri Investasi Rosan P Roeslani menggelar open house di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Selasa (1/4/2025).
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit melantik Kalemdiklat Polri, lima kapolda baru, dan satu pejabat utama Mabes Polri di Jakarta.
Balapan MotoGP Catalunya 2026 dua kali dihentikan setelah kecelakaan beruntun melibatkan Alex Marquez, Bagnaia, Zarco, dan Acosta.
Persija Jakarta U20 menjadi juara EPA Super League U20 2025/2026 setelah menang 1-0 atas Malut United U20 di partai final.
Polisi menembak kaki pelaku pemerkosaan dan penyekapan wanita asal Kalimantan Utara di Makassar saat mencoba melawan ketika ditangkap.