Masa Berlaku SIM Habis? Segera Perpanjang Hari Ini 29 September di MPP Manding Bantul
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Profesor Haedar Nashir. /Ist.
Harianjogja.com, JOGJA--Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Profesor Haedar Nashir mengingatkan terkait adanya potensi pengerdilan sejarah yang bisa menimbulkan konflik. Kondisi itu tidak baik bagi masa depan bangsa Indonesia. Hal itu diungkapkan dalam Pembukaan Kongres Sejarawan Muhammadiyah secara daring, Sabtu (27/11/2021).
Haedar menyorot banyaknya komponen masyarakat yang terlalu ikut mempengaruhi jagad wacana sejarah. Hal itu terjadi baik di media sosial maupun dalam kancah dinamika nasional sehingga muncul pengerdilan terhadap sejarah. Kondisi itu menurutnya sangat tidak menguntungkan bagi masa depan bangsa Indonesia. Maka kunci utamanya adalah harus ada kejujuran terhadap sejarah.
BACA JUGA : Ketum PP Muhammadiyah Resmikan Gedung Pusat
“Pengerdilan ini tidak menguntungkan bagi masaa depan Indonesia bahkan bisa menciptakan konflik, kuncinya adalah kejujuran terhadap sejarah, gunakan ilmu pengetahuan seluas-luasnya, kita tidak akan berebut tafsir dengan hidup mati yang kemudian menimbulkan luka sejarah dan konflik baru,” ucap Haedar.
Ia berharap melalui kongres tersebut Muhammadiyah hadir dalam memperkaya khasanah keilmuan sejarah di Indonesia dengan modal utamanya berkepribadian agung dan memiliki perspektif luas. Sejarawan Muhammadiyah diharapkan memberi warna dan memberikan kontribusi masa depan Indonesia.
Haedar juga menyinggung soal potensi penguasa yang dapat mengkonstruksi sejarah secara tunggal. Bahkan satu sama lain saling berebut tafsir sejarah. “Sering berebut tafsir sejarah tidak masalah sebenarnya, asal dilakukan objektif. Tetapi sering masalah politik dan kekuasaan karena terkunci oleh keputusan. Siapa yang paling punya pengaruh, hal seperti ini ada di lorong otoritas. Ke depan bisa dicounter lagi oleh otoritas baru, begitu seterusnya,” katanya.
BACA JUGA : Milad 109 Muhammadiyah, Haedar Ajak Tetap Optimistis
Ketua Majelis Pustakan dan Informasi PP Muhammadiyah Muchlas menambahkan sejarawan Muhammadiyah memiliki sejumlah tantangan dalam memetakan kembali dan mengulas sejarah Muhammadiyah yang tergolong masih minim dibandingkan keagamaan lainnya.
“Harapannya para sejarawan Muhammadiyah merumuskan konstruksi sejarah yang sesuai dengan konteks di zamannya,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Anthropic bersiap IPO dengan target valuasi di atas US$2 triliun. Simak daftar IPO terbesar dunia dan posisi SpaceX.
Honda Odyssey terbaru di China mendapat layar 12,3 inci dan fitur kabin baru. Harga mulai Rp400 jutaan dengan mesin hybrid 2.0 liter.
10 iPhone lawas yang masih layak dipakai pada 2026, lengkap dengan spesifikasi dan kisaran harga bekas per September.
Jadwal MotoGP Jepang 2026 lengkap dari latihan, kualifikasi, Sprint Race hingga balapan utama. Cek jam tayangnya dalam WIB.
MacSync versi terbaru mengincar pengguna Mac dengan infostealer dan backdoor. Password, data browser, kripto hingga Keychain dapat dicuri.