Terungkap! Dugaan Kekerasan Seksual 9 Tahun oleh Ayah di Sukoharjo
Kasus dugaan kekerasan seksual ayah terhadap anak selama 9 tahun di Sukoharjo diselidiki polisi. Korban alami trauma berat.
Dr. Itje Chodidjah, M.A., Ketua Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, Kemendikbud-Ristek
Harianjogja.com, JAKARTA – Jumlah peneliti perempuan memang masih relatif lebih sedikit jika dibandingkan dengan jumlah peneliti laki-laki.
Terhitung ada 44,2 persen dosen perempuan dan dari penelitian yang didanai Menristek Dikti terdapat 46,5 persen peneliti perempuan, menurut data yang dikeluarkan oleh Kemenristekdikti pada tahun 2020.
“Artinya, jumlahnya memang masih dibawah jumlah peneliti laki-laki. Menurut saya, jumlah ini tidak terlalu jomplang sebenarnya, tetapi memang relatif lebih sedikit. Namun demikian disampaikan juga dalam beberapa pemberitaan bahwa semakin hari, jumlah peneliti perempuan semakin banyak,” kata Dr. Itje Chodidjah, M.A., Ketua Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, Kemendikbud-Ristek, dalam L’ORÉAL-UNESCO FOR WOMEN IN SCIENCE NATIONAL FELLOWSHIP 2021 yang diselenggarakan secara virtual pada Rabu (10/11/2021).
Jumlah peneliti perempuan yang relatif sedikit menurutnya disebabkan karena dalam waktu yang lama, ‘seolah-olah’ dunia penelitian terutama di bidang sains ini adalah dunia laki-laki.
“Sehingga, ‘seolah-olah’ perempuan itu belum percaya diri untuk masuk ke dalam penelitian di bidang sains,” ungkapnya.
Namun Itje menambahkan, saat ini, terutama dengan adanya program-program yang disponsori oleh L’ORÉAL ini, Indonesia akan memiliki lebih banyak peneliti perempuan. Dan menurutnya, ini merupakan inspirasi , bukan hanya satu pihak saja yang melaksanakan, tetapi ini merupakan inspirasi untuk memperbanyak jumlah peneliti-peneliti perempuan di Indonesia.
Selain itu, Itje optimis bahwa saat ini, jumlah peneliti perempuan akan semakin banyak dan dengan hadirnya teknologi, perempuan dapat berperan ganda ketika dia memutuskan untuk menjadi peneliti.
“Saya pikir, banyak sekali kesempatan bagi perempuan untuk melakukan penelitian, untuk kesejahteraan kehidupan di masa yang akan datang,” katanya.
Itje berharap, semua orang dapat berjuang untuk melepas sekat-sekat yang ada. Dia juga mengajak semua orang bersama-sama untuk memberikan persamaan hak kepada perempuan untuk menyelenggarakan penelitian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Kasus dugaan kekerasan seksual ayah terhadap anak selama 9 tahun di Sukoharjo diselidiki polisi. Korban alami trauma berat.
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Prabowo menyebut 1.061 Koperasi Merah Putih berhasil dioperasikan dalam tujuh bulan untuk memperkuat ekonomi desa.
BPBD Temanggung memetakan 12 kecamatan rawan kekeringan pada musim kemarau 2026 dan menyiapkan distribusi air bersih.