Satpam SPPG Kecandran Salatiga Ditemukan Meninggal Saat Pergantian Jaga
Satpam SPPG Kecandran Salatiga ditemukan meninggal di ruang jaga saat pergantian tugas. Polisi menduga korban meninggal karena sakit.
Dr. Itje Chodidjah, M.A., Ketua Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, Kemendikbud-Ristek
Harianjogja.com, JAKARTA – Jumlah peneliti perempuan memang masih relatif lebih sedikit jika dibandingkan dengan jumlah peneliti laki-laki.
Terhitung ada 44,2 persen dosen perempuan dan dari penelitian yang didanai Menristek Dikti terdapat 46,5 persen peneliti perempuan, menurut data yang dikeluarkan oleh Kemenristekdikti pada tahun 2020.
“Artinya, jumlahnya memang masih dibawah jumlah peneliti laki-laki. Menurut saya, jumlah ini tidak terlalu jomplang sebenarnya, tetapi memang relatif lebih sedikit. Namun demikian disampaikan juga dalam beberapa pemberitaan bahwa semakin hari, jumlah peneliti perempuan semakin banyak,” kata Dr. Itje Chodidjah, M.A., Ketua Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, Kemendikbud-Ristek, dalam L’ORÉAL-UNESCO FOR WOMEN IN SCIENCE NATIONAL FELLOWSHIP 2021 yang diselenggarakan secara virtual pada Rabu (10/11/2021).
Jumlah peneliti perempuan yang relatif sedikit menurutnya disebabkan karena dalam waktu yang lama, ‘seolah-olah’ dunia penelitian terutama di bidang sains ini adalah dunia laki-laki.
“Sehingga, ‘seolah-olah’ perempuan itu belum percaya diri untuk masuk ke dalam penelitian di bidang sains,” ungkapnya.
Namun Itje menambahkan, saat ini, terutama dengan adanya program-program yang disponsori oleh L’ORÉAL ini, Indonesia akan memiliki lebih banyak peneliti perempuan. Dan menurutnya, ini merupakan inspirasi , bukan hanya satu pihak saja yang melaksanakan, tetapi ini merupakan inspirasi untuk memperbanyak jumlah peneliti-peneliti perempuan di Indonesia.
Selain itu, Itje optimis bahwa saat ini, jumlah peneliti perempuan akan semakin banyak dan dengan hadirnya teknologi, perempuan dapat berperan ganda ketika dia memutuskan untuk menjadi peneliti.
“Saya pikir, banyak sekali kesempatan bagi perempuan untuk melakukan penelitian, untuk kesejahteraan kehidupan di masa yang akan datang,” katanya.
Itje berharap, semua orang dapat berjuang untuk melepas sekat-sekat yang ada. Dia juga mengajak semua orang bersama-sama untuk memberikan persamaan hak kepada perempuan untuk menyelenggarakan penelitian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Satpam SPPG Kecandran Salatiga ditemukan meninggal di ruang jaga saat pergantian tugas. Polisi menduga korban meninggal karena sakit.
Dony Oskaria menegaskan manajer KDKMP bukan pegawai BUMN meski ditugaskan 2 tahun di bawah Agrinas Pangan dengan biaya pemerintah.
Bappenas mendorong penanganan karhutla bergeser dari respons ke pencegahan. BNPB telah mengerahkan 43.700 personel dan 55 armada udara.
Real Madrid membalas kritik Javier Tebas dan menyinggung prinsip netralitas. Simak awal perselisihan Tebas dan Los Blancos serta sejarah Madrid.
KAI Daop 6 Jogja membangun jalan baru 394 meter di Stasiun Lempuyangan. Sebanyak 13 rumah perusahaan ditertibkan untuk penataan kawasan.
Jadwal Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 hari ini mencakup 21 cabor, termasuk esports, atletik, bulu tangkis, wushu, dan angkat besi.